Terbuk ; Sejuta Kisah Sejuta Makna

Oleh : Novayuandini Gemilang (nama pena : Andini Nova) 
Jika pertanyaan seperti ini ditujukan ke mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta, “Tau Terbuk gak?” bisa dipastikan bahwa jawaban yang akan mereka lontarkan adalah “Tau dong” atau “Ya taulah”. Bahkan, tidak hanya mahasiswa FE saja yang mengetahui tentang Terbuk, banyak mahasiswa dari fakultas lain yang juga tahu keberadaan tempat lapang yang dikelilingi gundukan anak tangga tiga tingkat ini.

Ya, begitulah kira-kira gambaran betapa eksis dan populernya Teater Terbuka (baca : Terbuk) di kalangan mahasiswa UNJ umumnya dan mahasiswa FE khususnya. Terbuk merupakan sebuah lapangan terbuka berukuran cukup luas yang terletak di dekat Gedung Administrasi, dimana gedung tersebut adalah tempat mahasiswa FE melakukan proses perkuliahan. Tidak heran, jika mereka kenal betul dengan teater yang biasa dijadikan tempat nongkrong ataupun event-event kampus ini.

Raymond, seorang mahasiswa jurusan Manajemen mengatakan bahwa baginya Terbuk adalah tempat istirahat setelah kuliah, juga sebagai tempat duduk-duduk menunggu jam perkuliahan berikutnya yang memang biasanya rentang waktu antara satu mata kuliah dengan mata kuliah yang lain lumayan jauh. Suasana Terbuk yang “terbuka” juga banyaknya pohon-pohon besar yang rindang, menjadikannya sebagai tempat yang paling pas untuk ngadem dan bersantai. Kadang, Raymond juga memilih Terbuk sebagai tempat untuk mengerjakan tugas kuliah. “Di terbuk kan ada bangku-bangku tuh, lumayan dijadiin tempat buat ngerjain tugas, ngga kaya di perpustakaan yang panas atau Pusat Belajar Ekonomi (PBE) yang kaku dan ngga boleh berisik. Kalau di terbuk, walaupun ngerjain tugas, bisa disambi ngobrol juga. Mau ketawa ngakak ngga akan ada yang ngomelin”, ujar mahasiswa berperawakan tinggi itu.

Lain Raymond, lain lagi Nadia. Mahasiswi yang juga jurusan Manajemen ini, memilih Terbuk sebagai tempat bercengkrama dengan teman-teman sekelasnya. Selain itu, masih menurutnya, Terbuk sering ia jadikan sebagai tempat janjian bertemu dengan orang −baik sesama mahasiswa FE atau bukan− karena lokasi Terbuk yang strategis dan sudah terkenal, maka mudah untuk ditemukan sehingga memudahkan pula untuk melakukan proses “ketemuan” itu.

Hal serupa dilontarkan oleh Anna. Teman sekelas Nadia ini merasa bahwa Terbuk itu sangat cocok untuk berkumpul bersama teman-teman. “Ya terbuk kan tempat yang paling deket dari ADM, jadi nggak heran kalo anak FE nongkrongnya disitu”, akunya saat penulis wawancara kemarin.

Memang, jika diperhatikan lebih jauh dan teliti, Terbuk selalu ramai tiap harinya dan keramaian itu didominasi oleh mahasiswa FE. Apapun alasan mereka memilih Terbuk, entah sebagai tempat nongkrong, ketemuan, mengerjakan tugas atau sekedar ngobrol ngarol-ngidul, telah menjadikan Terbuk sebagai sebuah tempat yang punya arti dan fungsi tersendiri bagi mereka. 

Semua terkisah dari teater yang terletak disamping ADM dan BAAK ini. Teater dengan sebuah panggung dan Tugu UNJ di tengahnya yang pada awalnya didirikan sebagai tempat pertunjukkan seni dan berbagai hiburan saat event kampus diadakan, kini telah bermetamorfosa dan memiliki makna lebih dari itu. Lokasinya yang berada di samping Gedung ADM, menjadikannya titik yang selalu menjadi pilihan utama mahasiswa FE. Keberadaannya di ruang terbuka, menjadi alasan terpilihnya ia sebagai tempat ngadem dan bersantai. Panggung, tempat duduk berupa anak tangga dari batu dan semen yang anggun di sekeliling, juga beberapa pondok mirip gazebo menambah kesemarakan Terbuk. Dulu, sekarang, hingga nanti, Teater Terbuka akan tetap menjadi saksi bisu yang merekam berbagai kisah yang terjadi di tengah Universitas Negeri Jakarta.

1 thought on “Terbuk ; Sejuta Kisah Sejuta Makna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *