HAL-HAL YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG RENCANA REDENOMINASI RUPIAH

Doc: google.com

Beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia seringkali di beritakan akan melakukan redenominasi rupiah. Namun, hingga kini, masih belum ada kejelasan mengenai kapan tepatnya redenominasi ini akan dijalankan. Lagipula, apa, sih, redenominasi itu? Kenapa juga pemerintah kita ingin meredenominasi rupiah? Memang redenominasi itu punya dampak besar, ya, bagi perekonomian Indonesia? Untuk kamu-kamu yang masih belum tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, wajib banget nih buat baca artikel ini sampai habis.

            Sebelum membahas lebih jauh tentang redenominasi rupiah yang rencananya bakal dilakukan oleh pemerintah kita, ada baiknya kita ketahui dulu pengertian dari redenominasi itu sendiri. Redenominasi merupakan kebijakan yang diambil pemerintah untuk menyederhanakan nominal mata uang dengan cara mengurangi digit (angka 0) pada mata uang tersebut. Mengenai berapa digit yang dikurangi tidak ada ketentuan khusus, jadi bisa disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan suatu negara. Kalau di Indonesia, pemerintah kita mewacanakan akan mengurangi 3 digit angka terakhir rupiah. Jadi, nominal uang rupiah yang tadinya Rp 100.000, setelah redenominasi akan menjadi Rp 100. Yang tadinya Rp 50.000, setelah redenominasi akan menjadi Rp 50. Dan begitu pula seterusnya. Intinya sih, 3 angka terakhirnya dihilangkan.

            Tapi perlu kamu tahu, meskipun digit angka dari uang itu berkurang, tetapi nilai riil uang tersebut tetap akan sama, lho, alias tidak berubah. Kok bisa? Ya bisa dong, karena yang dipotong atau dikurangi itu hanya nilai nominalnya saja, bukan nilai riil mata uang tersebut. Misal sebelum redenomisasi dengan uang Rp 100.000 kita bisa dapetin satu sepatu, maka setelah uang tersebut diredenominasi menjadi Rp 100, kita tetap bisa dapetin satu sepatu yang sama dengan nilai nominal rupiah yang baru (Rp 100). Hal ini bisa terjadi karena semua harga barang juga ikut dikurangi digitnya, mengikuti kebijakan redenominasi yang ditetapkan pemerintah.

            Kalau begitu, berarti dengan dilakukannya redenominasi tidak akan ada perubahan yang berarti buat perekonomian Indonesia? Terus kenapa pemerintah kita mau melakukan redenominasi rupiah? Apa gunanya dilakukan redenominasi?

            Kata siapa ? Dengan dilakukannya redenominasi tidak akan ada perubahan yang berarti? Sekilas, memang sih redenominasi seperti tidak akan berdampak apa-apa bagi perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Tapi, setiap kebijakan, pasti ada alasannya kenapa diambil. Selain itu, setiap keputusan, juga pasti ada efeknya. Nah, hal itu juga berlaku buat kebijakan redenominasi rupiah yang lagi kita bahas sekarang.

            Untuk bisa menjalankan kebijakan redenominasi, suatu negara membutuhkan kondisi perekonomian yang relatif stabil dengan inflasi yang terkendali. Saat perekonomian suatu negara sedang buruk, inflasi atau harga barang-barangnya juga sedang tinggi, redenominasi tidak seharusnya dilakukan karena dikhawatirkan justru akan semakin memperparah inflasi yang sudah terjadi. Tahu sendiri kan, kalau harga barang lagi mahal, pedagang akan cenderung membulatkan harga barang dagangannya ke atas. Kalau redenominasi tetap dipaksakan untuk dilakukan, dampaknya bisa fatal buat perekenomian negara itu.

            Sebaliknya, jika redenominasi dilakukan di saat yang tepat dan dengan regulasi yang jelas, dampaknya akan sangat positif bagi perekonomian suatu negara. Buat orang asing yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, nominal uang rupiah yang punya digit cukup banyak memiliki kesan yang kurang bagus secara psikologis. Dalam pandangan mereka yang tidak biasa melihat digit uang yang cukup banyak kayak rupiah, keadaan perekonomian Indonesia bisa saja dipandang buruk oleh mereka. Kalau sudah begini, investor asing akan berpikir  ulang buat berinvestasi di Indonesia atau sekedar beli produk-produk buatan Indonesia karena terkesan mahal. Maka dari itu, untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah kita merasa perlu buat meredenominasi rupiah. Kalau misalnya sebelum redenominasi satu dolar setara dengan empat belas ribu rupiah (USD 1 = IDR 14.000), maka setelah redenominasi satu dolar akan setara dengan empat belas rupiah saja (USD 1 = IDR 14). Gimana? Kesannya nilai rupiah kita tidak ‘se-anjlok’ saat sebelum redenominasi, kan?

            Lebih dari itu, dengan dilakukannya redenominasi, transaksi jual-beli juga akan lebih mudah dan efisien untuk dilakukan; laporan keuangan akan lebih mudah dicatat; dan yang paling penting, kredibilitas rupiah di mata asing akan meningkat, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (LIANITA)

Referensi:

  1. zenius.net
  2. detik.com
  3. kumparan.com
  4. cnnindonesia.com
  5. manadopostonline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *