Kadal 125 : STOP ANIMAL TESTING !

doc : google.com

Animal testing adalah penelitian dengan menggunakan hewan sebagai objek penderita yang bertujuan untuk kesehatan, pangan, dan kosmetik. Kasus animal testing untuk produk kosmetik merupakan kasus yang paling banyak menuai kecaman. Di Uni Eropa, animal testing sudah dilarang sejak tahun 2013,  namun di Indonesia awareness  mengenai hal ini masih rendah. Hal ini juga terlihat di beberapa negara lain yang mana 80% negara di dunia masih melakukan animal testing untuk produk kosmetik.

Animal testing  merupakan tindakan yang sangat kejam, karena pada proses nya produk akan diteteskan ke mata atau dioleskan ke kulit hewan, mereka juga dipaksa makan & menghirup sample produk, lalu mereka akan dipantau selama 1-3 bulan untuk mengetahui reaksi iritasi. Selain harus menderita karena berbagai jenis zat yang diuji, ternyata para hewan juga diperlakukan tidak layak. Banyak dari hewan yang ditempatkan dalam kandang yang kotor, kekurangan nutrisi, diikat, dan ditempatkan dalam kandang yang sempit.

Banyak fakta yang mengejutkan tentang animal testing ini, diantaranya :

  1. Hanya 5% – 25% obat yang cocok dengan manusia setelah diujikan dengan hewan
  2. 83% zat yang diuji dimetabolisme berbeda oleh hewan dan manusia.
  3. 88% obat-obatan belum tentu aman bagi manusia meskipun telah lulus pengujian hewan.
  4. 40 % pasien menunjukkan efek samping penggunaan obat-obatan yang lulus pengujian hewan.
  5. Setiap tahun, jumlah anjing dan kucing yang mati akibat pengujian berkisar 10,1 hingga 16,7 juta ekor.
  6. Eksperimen ini menyebabkan penderitaan hewan berupa kulit melepuh, kebutaan, tumor, penyakit lainnya, bahkan kematian saat proses percobaan
  7. Sekitar 103.800 hewan tidak diberikan obat-obatan untuk menghentikan rasa sakit.
  8. 50% dari hewan yang digunakan dalam pengujian kosmetik mati dalam waktu 2-3 minggu setelah percobaan
  9. 31% dari hewan uji dibunuh setelah pengujian selesai dilakukan.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, animal testing seharusnya sudah benar-benar diberhentikan dan menjadi kecaman di seluruh dunia. Karena tindakan ini bukan hanya menyiksa hewan, tetapi juga memiliki hasil yang tidak akurat, proses dengan animal testing juga memakan waktu dan biaya yang cukup besar. Produsen kosmetik seharusnya dapat beralih ke metode lain yang lebih akurat tanpa menyakiti hewan. Dan sebagai konsumen, kita juga harus bisa memilih kosmetik yang animal cruelty free.

Research and Development by Ribeta Lyrae Univera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *