Kondisi Nilai Tukar Rupiah

Sumber : lombokita.com

Saat ini , nilai tukar rupiah mengalami penurunan cukup dalam terhadap dollar AS.  Data Bloomberg menunjukkan rupiah di pasar spot ditutup pada posisi Rp 13.893 per dollar AS, melemah 108 poin atau 0,78 persen. Gubernur Bank Indonesia (BI) , Agus Martowardojo mengatakan pelemahan terjadi karena adanya penguatan tajam dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya imbal hasil (yield) surat berharga AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga di negeri Paman Sam tersebut.

Sumber : Dok.Bloomberg

Penyebab utama yang diduga melemahkan rupiah adalah ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga  dari bank sentral Amerika Serikat. Hal ini memberikan dampak terhadap Indonesia. Sejak awal 2018 sampai saat ini , aliran modal asing yang keluar semakin tinggi bahkan mencapai Rp 8,6 triliun. Selain itu, daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor, menjadi melemah. Hal ini karena beberapa sektor industri masih bergantung pada impor bahan baku dan barang modal.

Akibat dari pelemahan tersebut dapat menguntungkan para eksportir , karena biaya produksi menggunakan rupiah. Sementara, ketika barang diekspor pengusaha mendapat penghasilan dalam bentuk dolar. Untuk menstabilkan hal itu Bank Indonesia harus melakukan langkah-langkah stabilisasi yang diperlukan termasuk sampai melanjutkan intervensi di pasar valuta asing secara terukur dan stabilisasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, Bank Indonesia juga perlu mengoptimalkan berbagai instrumen operasi moneter valuta asing dan rupiah, termasuk membuka lelang Forex Swap untuk menjaga ketersediaan likuiditas rupiah dan menstabilkan suku bunga di pasar. Kenaikan suku bunga acuan diharapkan bisa mengurangi dampak pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.(MILA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *