Mengembangkan Bakat Pada Anak

Bakat merupakan kemampuan atau potensi dasar atau keahlian tertentu yang dimiliki setiap anak sejak lahir atau keturunan bawaan orang tua. Bakat yang dimiliki seorang anak sejak lahir akan mempermudah dalam pengembangan bakat karena anak tersebut sudah mempunyai potensi dasar yang istimewa sejak lahir. Bakat yang dimiliki setiap anak berbeda dengan bakat anak lain. Meskipun anak tersebut mempunyai saudara kembar identik, bakat yang dimiliki akan berbeda.

Ada seorang anak yang memiliki bakat pada bidang akademik, bidang non akademik bahkan pada kedua bidang tersebut. Semua bakat yang ada didalam diri kita adalah positif jika kita menggunakan atau mengaplikasikan bakat tersebut dengan nilai-nilai positif. Tidak ada anak yang tidak memiliki bakat. Setiap anak pasti mempunyai kekurangan dan keterbatasan masing-masing dikarenakan kurangnya pelatihan sejak dini atau kurangnya pengetahuan serta keterampilan.

Sekolah merupakan tempat pendidikan yang tepat untuk pengembangan bakat seorang anak. Sebagian sekolah sudah memfasilitasi anak untuk pengembangan bakat, misalnya memberikan pembelajaran tentang seni budaya. Pembelajaran tentang seni budaya menyangkut beberapa cabang seni yaitu seni musik, seni tari, seni lukis, seni teater, dan sebagainya.

Selain fasilitas sekolah sebagai penunjang pengembangan bakat, guru juga memiliki peran penting untuk mengarahkan anak tersebut. Karena guru terutama wali kelas adalah sosok yang paling dekat dengan murid di sekolah. Maka sebagai seorang wali kelas harus teliti dalam memperhatikan potensi setiap murid dan mengelompokkan data anak didik tersebut  dengan anak yang berpotensi sama sehingga akan lebih mempermudah dalam memantau perkembangan potensi anak didik tersebut.

Orangtua juga sangat berpengaruh dalam pengembangan bakat anak.  Dengan memperhatikan kebiasaan anak sehari-hari maka orangtua akan mengetahui potensi yang dimiliki dalam diri seorang anak. Orangtua sendiri perlu menunjukkan minat terhadap bidang kegiatan tertentu, mempunyai hobi, senang membaca, dan menyediakan bahan bacaan yang cukup dan beragam. Orangtua harus menciptakan lingkungan rumah yang baik, karena rumah adalah tempat orangtua berperan serta dalam kegiatan intelektual atau dalam meningkatkan daya pikir anak. Orangtua juga harus memberi kesempatan kepada anak agar melakukan sesuatu sendiri dan tidak selalu dimanjakan agar anak dapat memiliki rasa kemandirian, kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab.

Anak yang memiliki bakat atau potensi dalam diri sangat memberi keuntungan yang luar biasa. Dengan mengetahui bakat dan potensi yang dimiliki dan mengembangkannya maka akan memberi pengaruh dalam diri sendiri. Bakat dan potensi yang dimiliki mempunyai manfaat bagi diri sendiri, orang lain, lingkungan bahkan bagi negara. Bakat dan potensi dapat digunakan sebagai hiburan serta penunjang prestasi untuk kehidupan dimasa depan.

Untuk mengetahui dan mengembangkan bakat serta potensi diperlukan kesadaran diri sendiri, bantuan orang lain, dukungan dari orang disekitar serta kemauan untuk terus belajar dan mencoba. Untuk saran, sebaiknya guru disetiap sekolah lebih memperhatikan potensi yang dimiliki oleh peserta didik serta memberikan pendidikan, kegiatan, media sarana dan prasarana yang mendukung dalam pengembangan bakat peserta didik. Dan untuk orang tua sebaiknya selalu memperhatikan perkembangan anak dan melihat apakah anak tersebut memiliki bakat atau potensi tertentu. Jika ada, maka tugas orang tua adalah terus mendukung anak agar bakat yang dimiliki dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. (nhy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *