Teknologi Industri 4.0 : Semua Dapat Terhubung

Foto oleh Galih

EconoChannel (21/05/2018) – Pada hari Senin 21 Mei 2015 Fakultas Ekonomi UNJ menyelenggarakan seminar nasional bertemakan “Peran Digital Entrepreneur dan Financial Technology di Era Teknologi Industri 4.0 untuk Mendukung Pertembuhan UMKM di Indonesia”. Acara ini menghadirkan beberapa pembicara yang berkompeten dibidangnya antara lain Hendrikus Passagi (Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology Otoritas Jasa Keuangan), Nur Vitriani (Chief Operating Officer Crowdo Indonesia), Destya Danang Pradityo (Head Of Payment and Financial Services Bukalapak.com), Astri Yunifa (Head Of Corporate Strategy Traveloka).

Seminar nasional ini berlangsung di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika Kampus A UNJ. Acara ini juga di organisir oleh Program Studi Akutansi dan Manajamen. Dalam seminar ini, Hendrikus Passagi menyampaikan bahwa Teknologi Industri 4.0 adalah industri perdagangan, kesehatan, manufacturing dll semuanya menjadi satu di era digital. Di dalam Teknologi Industri 4.0 semua dapat terhubung dengan adanya IoT (Internet Of Thing). IoT sendiri adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Dengan keberadaan IoT ini antara satu pabrik dengan pabrik lainnya dapat terhubung melalui Host to Host atau sering dikenal dengan H2H. H2H adalah komunikasi atau hubungan di dalam sebuah jaringan komputer yang terjadi antar host, yaitu komputer dengan perangkat lain yang terhubung satu sama lain. Dengan adanya H2H hubungan satu pabrik dengan pabrik lainnya dilandasi oleh smart contract, di mana dalam hal ini tidak dibutuhkans seorang notaris untuk melakukan kontrak.

Foto oleh Galih

“Indonesia hanya akan menjadi pasar jika tidak mengetahui IT” Tambah Hendrikus Passagi.

Selain Hendrikus Passagi, Nur Vitriani selaku dari pihak Financial Technology juga menyampaikan penjelasan mengenai Crowdo. Crowdo sendiri adalah Platform Crowdfunding yang berasal dari Singapura berbasis Peer to Peer Lending, yaitu praktek atau metode memberikan pinjaman uang kepada individu atau bisnis dan juga sebaliknya, mengajukan pinjaman kepada pemberi pinjaman, yang menghubungkan antara pemberi pinjaman dengan peminjam atau investor secara online.

“Setelah acara ini semoga ketika anak-anak kita keluar nanti di dunia kerja memang betul-betul bisa memahami apa itu Digital Entrepreneur” Ujar I Gusti Ketut Agung Ulupui selaku Kordinator Prodi S1 Akuntansi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *