KADAL 136: Fenomena Perbedaan Durasi Waktu Puasa di Berbagai Dunia

Ramadan merupakan bulan yang ditunggu – tunggu oleh sebagian orang khususnya masyarakat muslim yang ada di Indonesia. Pasalnya, bulan yang hadir hanya satu kali dalam satu tahun ini memberikan begitu banyak keberkahan. Di bulan Ramadan, seseorang dengan syarat tertentu diwajibkan untuk berpuasa. Puasa Ramadan adalah puasa yang dilaksanakan dari waktu fajar hingga terbenam matahari.

Di Indonesia, waktu puasa Ramadan berlangsung selama 13-14 jam. Dari fajar yang terbit kisaran pukul 04.30 hingga waktu berbuka pukul 18.00. Tentu saja selama berpuasa waktu yang ada terasa lebih lama sehingga, orang – orang segan untuk melakukan aktivitas yang menguras tenaga. Namun, faktanya setiap negara memiliki durasi waktu puasa yang berbeda. Ada yang waktu berbukanya lebih cepat lebih lama dari Indonesia. Indonesia sendiri menempati urutan kedua se-Asia dan ke-33 sedunia untuk durasi waktu puasa tercepat.

Waktu merupakan salah satu keunikan yang dimiliki oleh setiap negara. Mengapa durasi waktu berpuasa di setiap negara bisa terjadi berbeda – beda? Sederhananya durasi waktu ini ditentukan oleh kapan matahari terbit dan terbenam. Ada beberapa negara yang memiliki waktu siang lebih lama dan adapula yang sangat cepat. Lebih rincinya, hal ini disebabkan karena posisi bumi yang mengelilingi matahari tidak lurus melainkan miring. Jadi dalam waktu tertentu, belahan bumi utara menerima cahaya matahari lebih lama dibanding negara – negara di Selatan. Sedangkan, Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, posisinya cenderung ke Selatan sehingga durasi waktu berpuasanya hanya berkisar antara 13-14 jam saja.

Dilansir dari Gulf News, Kota Murmansk yang terletak di Rusia merupakan kota yang memiliki durasi waktu terlama di dunia. Kota ini memiliki durasi puasa 20 jam 45 menit pada musim panas, sehingga penduduk muslim di sana hanya memiliki waktu kurang lebih 3 jam untuk sahur dan berbuka. Namun, uniknya di kota ini jika puasa berlangsung pada musim dingin puasa hanya dilakukan 5 jam saja. Berbalik dengan Chili yang memiliki waktu puasa terpendek yaitu, hanya sekitar 9 jam. Di sana matahari terbit pada pukul 06.30 dan berbuka pukul 16.30.  meskipun mendapatkan durasi yang sebentar, umat muslim di sana harus menghadapi udara kering dan cuaca dingin yang ekstrem.

Masing – masing negara memiliki tantangannya tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa. Masyarakat yang menempati negara tropis, seperti di Indonesia seharusnya merasa beruntung karena tidak mengalami pergantian cuaca yang sangat ekstrem saat bulan Ramadan. Faktor iklim dan cuaca seharusnya tidak menjadi penghalang dalam menjalankan aktivitas sehari – hari. Di bulan kemenangan ini ada baiknya dijadikan momentum untuk mengkoleksi pahala yang jumlahnya akan digandakan.

Sumber :

Purwati, T. (2019, 05 15). Durasi Puasa di Berbagai Negara: Ada yang Lebih dari 20 Jam! Retrieved 05 23, 2019, from Cekaja.com: https://www.cekaja.com/info/durasi-puasa-di-berbagai-negara-ada-yang-lebih-dari-20-jam/

Youtube : Kok Bisa? Link https://youtu.be/QMBE1Q_T_lI

 

Research and Development by Oza Rahmah Tiara

Edited by Dinda Mulyani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *