Kadal 139 : Kanal Kra, Ancaman atau Peluang bagi Indonesia?

   Dari namanya mungkin Kanal Kra terdengar kurang familiar di Indonesia. Namun isu tersebut menjadi perbincangan hangat terutama di Singapura dan Malaysia. Kanal kra merupakan proyek ambisius negara Thailand dan didukung oleh Cina. Kanal ini akan membelah daratan Thailand sehingga menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

    Jika proyek ini beroperasi, akan menguntungkan kapal-kapal logistik yang sebelumnya melewati semenanjung Malaya dan Singapura. Kapal tersebut akan langsung memotong  jalur dan melewati kanal tersebut, ini akan memangkas waktu perjalanan 3-4 hari dengan jarak tempuh sekitar 1500 KM. Singapura disebut akan menjadi negara yang terkena dampak paling besar jika megaproyek ini terealisasikan.

    Keberadaan Kanal Kra diprediksi akan mengurangi jumlah kapal yang melintasi Singapura. Ini tentu akan memukul Negeri Singa mengingat industri maritim menyumbang cukup signifikan terhadap PDB negara itu. Sedangkan ekonomi Thailand tentu dapat didorong melalui proyek semacam itu. Belum lagi ditambah manfaat potensinya termasuk biaya pelabuhan, tol, investasi asing, dan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah.

   Sementara bagi Cina, yang mengimpor minyak dari Afrika dan Timur Tengah, jarak tempuh pendek tentu berarti hemat waktu dan hemat uang. Sekaligus ini dapat menjadi pendorong bagi sejumlah pelabuhan Cina seperti di Shanghai, Hong Kong, dan Shenzen.

    Lalu apa dampak megaproyek ini bagi Indonesia ? menurut Institute of Developing Economies Jetro (IDE-GSM), Indonesia akan mengalami kerugian besar pada tahun 2030. PDB Indonesia diprediksi akan menurun hingga US$ 98 juta

     Indonesia bukan tanpa peluang justru diharapkan dapat mengambil keutungan jika proyek ini benar-benar terlaksana. Indonesia masih punya beberapa opsi antisipasi yang justru dinilai lebih menguntungkan, apabila terusan ini benar-benar beroperasi. Karena dari keberadaan selat malaka sendiri, sebelumnya Indonesia telah mendesain batam menjadi pelabuhan transshipment terbesar untuk menyaingi Singapura.

     Kemudian juga ada Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara. Jika kanal Kra benar-benar beroperasi, Kuala Tanjung bisa menjadi pelabuhan transit paling strategis untuk kapal-kapal yang akan mengirim barang ke Indonesia tanpa harus melewati Singapura. Disamping itu, Indonesia memiliki Aceh, tepatnya di Pulau Sabang atau Pelabuhan Malahayati. Tentu saja, Aceh juga akan diuntungkan karena juga berhadapan langsung dengan salah satu pintu terusan tersebut hal ini juga pernah dibahas pada masa kepemimpinan B.J Habibie.

     Mega proyek kanal kra seakan menjadi tantangan besar bagi rumah tangga Indonesia nantinya. Kesigapan pemerintah seakan diuji, Indonesia bisa saja mengambil keuntugan jika proyek ini benar-benar terealisasi. Terakhir, Indonesia masih punya banyak sekali potensi sumber daya kelautan yang bisa diandalkan untuk mamajukan sektor maritim.

Litbang : Fahmi Ardiansyah

Editor : Rifka Fauzia Hidayat

Sumber

  1. https://www.kompasiana.com/apriliaa/5c010d15ab12ae611f2906ca/dilema-rencana-megaproyek-kanal-kra-bagi-indonesia
  2. https://www.liputan6.com/global/read/2893074/5-fakta-kanal-kra-terusan-yang-ancam-kejayaan-selat-malaka
  3. http://supplychainindonesia.com/new/dampak-ekonomi-pembangunan-kanal-kra-thailand-terhadap-industri-logistik-indonesia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *