Kim Yuna Ladies’ Figure Skating Korea Selatan

Figure Skating atau seluncur indah adalah cabang olimpiade yang melombakan kemahiran olahragawan berseluncur dalam perlombaan perorangan, berpasangan, atau beregu. Di gelanggang seluncur es, para atlet memperagakan kemahiran berseluncur sambil berputar-putar, melompat, dan berputar di udara serta berbagai gerak kaki diiringi dengan musik.

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan di cabang olahraga Figure Skating. Salah satu atletnya yang sangat terkenal, yaitu Kim Yuna. Kim Yuna lahir pada 5 September 1990 di Bucheon, Gyeonggi-do, Korea Selatan. Kim Yuna adalah figure skater Korea Selatan pertama yang memenangkan medali di ajang ISU Junior or Senior Grand Prix, ISU Championship, dan olimpiade.

Foto : Google.com

 Kim Yuna pertama kali memulai skating di usianya yang masih sangat muda, yaitu di tahun 1996. Kim Yuna adalah pemenang figure skating pada olimpiade musim dingin Vancouver 2010 dalam Ladies’ Singles, World Champion 2009, 2009 Four Continents Champion, tiga kali kemenangan pada Grand Prix Final Champion, 2006 World Junior Champion, Junior Prix Final Champion, dan empat kali kemenangan di Kejuaraan Figure Skating Korea Selatan.

Pada tahun 2010, Korea Selatan dibuat bangga dengan prestasi yang didapatkan oleh Kim Yuna. Kim Yuna berhasil memperoleh poin sebesar 228,56 poin dan memecahkan rekor. Dengan perolehan poin diatas 200 tersebut membuat Kim Yuna memperoleh medali emas di 2010 Winter Olympics in Vancouver. Sejak saat itu nama Kim Yuna semakin dikenal bukan hanya di Korea Selatan tetapi di seluruh dunia dengan kemampuannya. Kim Yuna merupakan perempuan pertama yang mendapatkan skor di atas 200 di ajang internasional.

Di tahun 2013, Kim Yuna pernah tercatat sebagai atlet dengan bayaran tertinggi ke-6 di dunia dengan total pendapatan $14 juta. Selain sabagai figure skater Kim Yuna juga menulis buku. 2 buku yang diterbitkan Kim Yuna, yaitu Seven Minute Drama yang merupakan kisah pengalaman Kim Yuna dalam figure skating sejak berusia 7 tahun dan buku keduanya berjudul Like Kim Yuna.

Kim Yuna juga dipilih sebagai pembawa obor Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 lalu. Saat itu Kim Yuna tampil di rink kecil di atas ketinggian dan ber-skating sekitar 30 detik sebelum ia mengambil obor olimpiade dari 2 pemain ice hokey asal Korea yang harus mendaki ke tempanya. Kim Yuna menyalakan api Olimpiade PyeongChang 2018, sebagai tanda dimulainya kejuaraan tersebut.

Di tahun 2014, Kim Yuna memberikan pernyataan yang sangat mengejutkan mengenai karirnya. Kim Yuna memutuskan untuk pensiun dari figure skating olahraga yang sudah lama ia geluti. Salah satu faktor Kim Yuna pensiun adalah cedera kaki yang ia deritanya. Selain karena faktor cederanya tersebut, Kim Yuna juga ingin mencoba bidang lain. (LRI/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *