KADAL 149: MAKNA RAHASIA “OK”

Dalam berbicara begitu banyak kata yang dilontarkan dalam sebuah percakapan terkadang kita hanya mengikuti tren atau terpengaruh oleh lingkungan saja. Namun, tidak tahu dengan benar makna sebenarnya dari perkataan yang dipakai. Hal inilah yang membuat kesalahan persepsi dalam komunikasi.

Suatu kata dapat dipakai jika sudah tersebar secara luas dan disepakati oleh sekelompok orang tentang makna yang dimilikinya. Penggunaan kata “OK” merupakan hal yang familier bagi kita, kata tersebut memilki makna mengiakan sesuatu atau setuju pada sesuatu. Namun, pernahkah terpikir bagaimana kata “OK” bisa mendunia dan menjadi kata umum yang dipakai di semua negara?

“OK” lahir di Amerika Serikat, 176 tahun yang lalu, pada saat itu sedang populer kata-kata atau plesetan gaul di sana. Jika selama ini kita menganggap bahwa arti “OK” merupakan singkatan dari okay adalah kurang tepat. Aslinya kata tersebut merupakan singkatan dari Oll Korrect yang merupakan bahasa gaul dari All Correct. Selain “OK”, terdapat beberapa kata-kata gaul yang trend pada masanya. Contohnya seperti KY (Know Yuse) dan OW (Oll Wright). Namun, hanya “OK” yang mampu mempertahankan eksistensinya hingga sekarang.

Pada awal tahun 1800-an, All Correct menjadi kata umum yang digunakan untuk mengkonfirmasi bahwa semuanya selah selesai dilakukan. Berawal dari tulisan yang diterbitkan oleh surat kabar Boston Morning Post pada tanggal 23 Maret 1839 yang menjadi awal kepopuleran “OK”. Selanjutnya, banyak surat kabar lain yang mengutip kata tersebut hingga plesetan gaul tersebut terkenal di seluruh Boston. Sampai akhirnya, “OK” menjadi mendunia dan tidak hanya dimengerti oleh masyarakat Boston saja.

Popularitas “OK” menjadi meroket saat tahun 1840-an. Saat itu salah satu kandidat calon presiden Amerika Serikat yang berasal dari Kinderhook, New York bernama Martin Van Burren mengadaptasi “OK” menjadi sebuah nama bagi pendukungnya dalam kampanye. OK Club merupakan nama untuk supporter Burren pada masa itu. Slogan dari supporternya adalah “Old Kinderhook was Oll Korrect”. Meskipun pada akhirnya Burren tidak memenangi Pemilu, kata “OK” tetap mendapatkan kepopulerannya.

Dari pencalonan presiden, kata “OK” kembali diadopsi oleh telegraf. Kali ini, kata tersebut telah berkembang menjadi kata yang penggunaan dan fungsinya sudah sah, tidak lagi hanya seketar plesetan gaul. Hingga akhirnya, seseorang bernama Allan Metcalf menulis tentang sejarah pasti dari “OK”. Lewat tulisannya, ia menjelaskan makna dari kata tersebut yang berarti “menegaskan tanpa mengevaluasi” yang berarti kata tersebut tidak bermakna menyampaikan perasaan apapun, tetapi hanya mengakui dan menerima informasi.

Berikut merupakan kisah perjalanan “OK” yang mendunia. Setelah membaca tentang sejarah “OK”, apakah kamu menjadi penasaran dengan sejarah kata-kata lain sering digunakan sehari-hari?

Research and Development by Oza Rahmah Tiara

Edited by Dinda Mulyani

Source :

Adelin, F. (2015, April 29). Inilah asal usul kata ‘OK’ yang tercipta 176 tahun yang lalu. Retrieved from Brilio.net: https://www.brilio.net/news/inilah-asal-usul-kata-ok-yang-tercipta-176-tahun-yang-lalu-asal-usul-ok-150429i.html

James, A. (2018, September 17). OK, here’s a great explainer on the origins of the word “OK”. Retrieved from Boing Boing Newsletter: https://boingboing.net/2018/09/17/ok-heres-a-great-explainer.html

Lowndes, C. (2018, September 12). Why we say “OK”. Retrieved from Vox: https://www.vox.com/videos/2018/9/12/17850662/why-we-say-ok-okay

Youtube: Vox – Why we say “OK”, Link https://www.youtube.com/watch?v=1UnIDL-eHOs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *