Kadal 156 : Bakteri vs Virus: Mana yang Lebih Mematikan?

Keduanya memiliki ukuran yang terbilang sangat kecil, tetapi ketika membuat ulah satu dunia yang kewalahan. Siapa mereka? Mereka adalah bakteri dan virus. Organisme tersebut menjadi penyebab yang kerap disalahkan apabila ada manusia yang sakit.

Bakteri dan virus sama-sama dapat mematikan. Akan tetapi, mematikan atau tidak, tergantung dari jenis dan jumlah virus atau bakterinya. Misalnya penyakit tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang disebabkan oleh bakteri.

Namun faktanya, bakteri dan virus tidak selalu mematikan. Bahkan keduanya dapat membantu kerja organ manusia, contohnya pada bagian perut. Perut manusia menjadi tempat tinggal 380 triliun bakteri yang membantu sistem pencernaan (Bruhn, 2017). Sama halnya dengan virus, yang dapat membantu melawan bakteri jahat dan menyelamatkan nyawa manusia. Jadi intinya, virus dan bakteri ini ternyata hanya mematikan apabila menginfeksi tubuh manusia.

Perbedaan Bakteri dan Virus

Bakteri merupakan sel yang hidup. Sedangkan, Virus merupakan mahkluk hidup transisi. Virus tidak di anggap sebagai makhluk hidup karena tidak mengalami metabolisme dan tidak bisa menghasilkan energi. Di sisi lain, ada yang mengatakan virus merupakan makhluk hidup karena memiliki materi genetik berupa DNA atau RNA dan dapat bereproduksi. Namun, bereproduksinya pun tergantung dengan organisme lain, contohnya: manusia. Dengan kata lain mereka tidak dapat berfungsi di luar organisme inang, itulah sebabnya mereka sering dianggap tidak hidup. Apabila dilihat dari ukurannya, bakteri memang kecil. Akan tetapi, virus jauh lebih kecil, bahkan tidak bisa dilihat melalui bantuan alat mikroskop biasa. Dalam hal tumbuh kembang antara virus dan bakteri tentunya tidak sama. Sejak miliaran tahun lalu, sebelum manusia terlahir bakteri sudah ada dan bisa tumbuh kembang sendiri. Sedangkan virus, hanya dapat bertahan apabila ia menjadi parasit atau menumpang di makhluk hidup lain dan menipu mereka hingga sel-selnya rusak. Nah, jika keduanya mulai menyakiti tubuh, cara penanganannya pun berbeda. Antibiotik untuk melawan bakteri dan vaksin atau antivirus untuk melawan virus (Lanka, 2018).

Bagaimana Bakteri dan Virus Dapat Mematikan?

Bakteri dan virus mempunyai taktik untuk menginfeksi. Bakteri jahat adalah makhluk yang siap menyerang tubuh dengan memperbanyak diri atau menghasilkan racun sehingga mengganggu kerja suatu organ. Sedangkan, virus mampu menyerang tubuh manusia dikarenakan ia dapat mengenal dan menargetkan sel yang ingin dirusaknya. Kemudian virus akan mencoba menerobos masuk sel yang akan diserangnya itu lalu meretas inti sel. Pada akhirnya sel yang dirusak oleh virus tersebut akan mati dan virus-virus baru akhirnya tercipta. Walaupun virus sangat kecil, virus merupakan makhluk paling banyak di muka bumi. Apabila dideretkan dari ujung ke ujung, panjang virus akan membentang selama 100 juta tahun cahaya (“Microbiology by numbers,” 2011).

Oleh karena itu, kita tidak bisa menyepelekan keberadaan bakteri dan virus yang ukurannya berkali-kali lipat lebih kecil dari kita. Lalu mengenai manakah yang lebih berbahaya sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa salah satu dari bakteri dan virus ini mematikan. Apabila dilihat dari dampak yang ditimbulkan, virus memang cenderung lebih sukar untuk disembuhkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, bakteri pun dapat menjadi sulit diatasi jika penanganannya tidak tepat. Kondisi seperti ini akan menyebabkan bakteri menjadi kebal atau resisten terhadap antibiotik. Intinya keduanya sama-sama dapat mematikan. Tetapi bukan berarti, kita langsung menyerah begitu saja dihadapan mereka. Kita harus dapat melawan mereka dengan benar. Dimulai dari langkah preventif yaitu dengan menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Research and Development by Regita Inestiana

Edited by Mahda Rida Aulia 

Source :

Bruhn, C. (2017). Wohngemeinschaft Haut. Deutsche Apotheker Zeitung, 157(28), e1002. https://doi.org/10.1371/journal.pbio.1002533

Lanka. (2018). Difference Between Bacteria and Virus. Pediaa, (March), 1–6. Retrieved from https://pediaa.com/difference-between-bacteria-and-cyanobacteria/

Lodish H, Berk A, Zipursky SL, et al. Molecular Cell Biology. 4th edition. New York: W. H. Freeman; 2000. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21475

Mathew, Cyntia. (2019, August 10). Not All Viruses Are Bad For You. Here Are Some That Can Have a Protective Effect. Retrieved from sciencealert.com: https://www.sciencealert.com/not-all-viruses-are-bad-for-you-here-are-some-that-can-have-a-protective-effect

Microbiology by numbers. (2011). Nature Reviews Microbiology, 9(9), 628. https://doi.org/10.1038/nrmicro2644

NIAID Rocky Mountain Laboratories (RML), U.S. NIH, CC BY-SA. (2020, March 13). What is a virus? How do they spread? How do they make us sick?. Retrieved from theconversation.com: https://theconversation.com/what-is-a-virus-how-do-they-spread-how-do-they-make-us-sick-133437

World Health Organization. (2018, May 24). The top 10 causes of death. Retrieved from who.int: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death

Youtube: Kok Bisa? – Bakteri vs. Virus: Mana yang Lebih Mematikan?, Link https://youtu.be/XhBhzDWtjSg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *