Sektor Pariwisata Optimis Bangkit dan Siapkan Strategi Saat New Normal

Indonesia masih dihadapi dengan pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Setelah menjalani PSBB, beberapa sektor mulai dibuka kembali oleh pemerintah untuk memulihkan kembali roda perekonomian Indonesia yang menurun ketika menjalani masa PSBB. Salah satu pilihan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memulihkan kembali roda perekonomian adalah dengan menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal. New normal merupakan salah satu pilihan yang menjadi tonggak kebangkitan ekonomi di Indonesia. Selain itu, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk mengembalikan kondisi perekonomian dan tatanan sosial di masyarakat.

Sektor Pariwisata menjadi salah satu sektor yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama pasca pandemi ini, tetapi ada juga yang meyakini secara positif bahwa ekonomi pariwisata akan bangkit untuk memulihkan perekonomian Indonesia saat masa new normal. Dibukanya objek wisata di beberapa daerah diharapkan dapat meningkatkan optimisme karena roda perekonomian kembali berputar.

Dikutip dari detik.com, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk melakukan inovasi dan perbaikan di sektor pariwisata sehingga menyebabkan adanya perubahan tren di pariwisata global. Beliau menginginkan agar Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan di tren tersebut. Salah satu peluang yang membuat sektor pariwisata optimis bangkit, yaitu adanya keinginan masyarakat untuk berwisata dan berlibur ke destinasi wisata yang mereka tuju.

Salah satu pengusaha jasa agen travel, Bapak Ahmad berpendapat bahwa media sosial sangat penting untuk menarik minat kembali wisatawan yang ingin berlibur dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, selama masa PSBB kemarin, usahanya di bidang perjalanan wisata itu hampir bangkrut karena tidak ada pelanggan yang menggunakan jasanya.

“Iya selama masa sulit kemarin saya hampir pasrah karena tidak ada pendapatan. Harapan saya untuk bangkit kembali untuk menarik kembali para wisatawan dengan iklan dan promosi di media sosial seperti Instagram, tetapi harus dengan protokol kesehatan yang ketat dan batasan pengunjung serta tetap jaga jarak” ujar Bapak Ahmad.

Saat ini, media memiliki peranan penting dalam menyebarkan informasi mengenai sektor pariwisata saat kondisi new normal berlangsung sehingga dapat mengembalikan tingkat kepercayaan wisatawan dan antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan kembali ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Indonesia. Ada beberapa strategi yang harus dipersiapkan sektor pariwisata dalam menghadapi situasi new normal, yaitu :

1. Mengatur jam pelayanan kerja. Sebelum pandemi COVID-19, jam pelayanan kerja di sektor pariwisata berlangsung terus-menerus sepanjang hari selama satu pekan. Di masa new normal, pengaturan jam pelayanan kerja pada sektor pariwisata harus memiliki jeda waktu libur untuk menghindari terbentuknya kerumunan di dalam tempat wisata dan harus tetap menggunakan protokol kesehatan.

2. Kafe dan restoran wajib tutup sehari dalam satu pekan.
Strategi ini ditujukan agar kafe dan restoran dapat membersihkan tempat kerja dan ruang layanan mereka, serta memastikan pengaturan limbah makanan ditangani dengan baik. Selain itu, pengelola destinasi wisata juga harus berhenti beroperasi, misalkan dua hari dalam satu pekan untuk mengevaluasi kebersihan dan kesehatan petugasnya.

3. Akomodasi
Pada masa new normal, para wisatawan tidak hanya dapat memilih akomodasi dengan harga yang kompetitif, tetapi juga dianjurkan untuk memilih akomodasi yang menawarkan kebersihan, kesehatan, dan keamanan sehingga sesuai dengan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah.

4. Pengaturan atraksi wisata
Pengelola destinasi wisata yang hendak menggelar atraksi, seperti pertunjukan atau lomba harus memastikan kapasitas jumlah pengunjung dan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, dapat dipastikan para pengunjung harus tetap berjaga jarak dan menggunakan masker.

Semoga penerapan masa new normal ini memberikan perubahan yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Masa new normal saat ini, bukan berarti kita telah selesai melewati pandemi COVID-19, melainkan sebuah tatanan kehidupan baru sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan ekonomi. Oleh karena itu, roda sosial dan ekonomi harus kembali bergerak dan kita sebagai masyarakat harus kerja sama untuk memulihkan ekonomi Indonesia dengan tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (SFI/MRA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *