INSPIRATIVE TALKSHOW THE OFFICE EXPLORER 5.0: CRITICAL THINKING FOR PREPARING SOCIETY 5.0

Jakarta – Pada 4 April 2021, program studi D3 dan S1 Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, mengadakan The Office Explorer 5.0 dengan tema “Critical Thinking For Preparing Society 5.0” via zoom meeting. Acara tersebut dihadiri dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Acara dimulai pukul 09.57 dibuka oleh MC, yaitu Putri. Kemudian pukul 10.00 hadirin menyayikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Luthfy Rachnady. Lalu, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana, yaitu Syntia Khairunnisa dan Dr. Ari Saptono yang merupakan dekan Fakultas Ekonomi UNJ.

“Webinar ini merupakan wahana pengembangan potensi bagi mahasiswa D3 dan S1 Administrasi Perkantoran. 5.0 merupakan solusi 4.0, yakni meningkatkan nilai toleransi terhadap sesama,” ucap Dr. Ari. “Secara resmi acara ini dibuka dengan ucapan bismillah,” lanjutnya.

Pada pukul 10.30 MC mempersilakan acara untuk diambil alih oleh moderator yaitu, Dr. Hendrik Heri Sandi, S.Pd, M.M.. Kemudian acara dilanjutkan oleh narasumber yaitu Prof. Dedi Purwana yang merupakan dosen dari Fakultas Ekonomi UNJ.

“Visi Indonesia di tahun 2045 adalah menjadi negara dengan pendapatan tinggi dan ekonomi terbesar di dunia, menjadi top 10 keterampilan yang relevan di industri 4.0., dan memenuhi kebutuhan kompetensi kerja di masa depan,” ucap Prof. Dedi.

Setelah itu, pada pukul 11.14 WIB dilanjutkan dengan pemaparan CV narasumber kedua, yaitu Sherly Annavita Rahmi yang merupakan seorang influencer sekaligus motivator. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan presentasi dari Sherly.

“Pada Januari 2019, muncul peradaban Jepang yaitu gagasan society 5.0 bukan lagi modal, tetapi data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya, membantu mengisi kesenjangan masyarakat. Kunci dari society 5.0 yaitu konektivitas, kolaborasi, kecepatan, efektivitas, dan kesuksesan akan datang untuk mereka yang mau,” ucap Sherly.

Waktu menunjukkan pukul 11.57 dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama Kak Sherly.

“Teknologi semakin canggih dan nantinya Indonesia harus mengikuti, negara Jepang saja sudah robotik. Kalau melihat ke belakang, sebagian masyarakat sangat susah menerima teknologi tersebut apalagi masyarakat yang introver sangat sulit untuk menerima kecanggihan ini. Negara Indonesia harus siap untuk maju, memilih untuk maju seperti negara yang lain. Seperti tadi pada materi pertama, yaitu bonus demografi yang harus dilakukan dengan maksimal. Mengingat meningkatkan potensi ekonomi, sektor pertanian dulu itu masuk di lumbung padinya negara, tetapi saat ini lumbung padi negaranya itu adalah negara Thailand. Nah pertanyaannya, bagaimana cara generasi penerus ini mampu dalam sumbangsih terhadap bangsa dan negara?” tanya Bayu Karunia Putra yang merupakan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang.

“Perkembangan zaman harus diikuti. Terus belajar merupakan salah satu kunci untuk bertahan. Baik di zaman orang tua belum tentu baik di zaman kita. Baik di zaman kita belum tentu baik di zaman anak cucu kita. Baik di Indonesia belum tentu baik Jerman. Akan tetapi, yang namanya kejujuran itu benar, integritas itu benar, keadilan itu benar, yang namanya jujur, empati, dan simpati jika bicara tentang value itu benar. Pada perkembangan zaman, ini tentang cara-cara atau metode tergantung manusia ingin mengarahkannya kemana. Jadi, saat kita bicara tentang cara-cara ini tergantung dari nilai dan manusianya. Manusia itu sudah dapat hardware terbaik, lalu software lah yang harus ditingkatkan. Pecundang atau pemenang inilah pilihan kita. Gaada hubungan introver dan ekstrover untuk pemain. Install software taklukan apa yang ditakutkan. Anak muda gasuka gagal, gasuka apa kata orang. Anak muda takut keluar dari zona nyaman, takut keluar lingkungan, dan gasuka terlalu banyak dikritik,” jawab Kak Sherly

“Untuk orang yang tidak pernah gagal, ada sebuah pertanyaan untuknya, pernah berjuang tidak dalam hidupnya? Gagal itu kepastian. Kecerdasan paling tinggi adalah ketahanan. Berubah itu gampang, istikamahnya itu yang sulit. Perhatikan kebiasaan kita, itu akan menjadi karakter. Jika ditanya dimana letaknya takdir, takdir ada di perbatasan usaha dan doa yang maksimal. Mindset anak muda Indonesia harus diisi dengan yang bermanfaat. Bergaul dengan 5 orang koruptor maka kita koruptor yang ke enam. Bergaul dengan 5 orang penggibah maka kita penggibah yang ke enam. Bergaul dengan 5 orang entrepreneur maka kita entrepreneur yang ke enam,” lanjutnya.

Setelah itu moderator mempersilakan Kak Sherly untuk closing statement. “Masa depan itu gapasti apalagi kita (sebagai) manusia tidak bisa memprediksi masa depan. Cara terbaik memprediksi masa depan dengan membuat itu dari sekarang. Orang yang bertanggung jawab akan masa depan kita adalah diri kita sendiri bukan dosen, guru, ayah, ibu, teman, ataupun sahabat, tetapi diri sendiri. Jika ditanya berubahnya dari mana, jawabannya pasti dari diri kita sendiri,”

Setelah itu, ada pesan-pesan dari sponsor sampai pukul 12.28. Kemudian dilanjutkan dengan narasumber yang ketiga, yaitu dr. Gamal Albinsaid yang merupakan seorang dokter, inovator kesehatan, wirausaha sosial, serta pemuda pertama di dunia dan satu satunya di Asia yang mendapat penghargaan dari kerajaan Inggris oleh Pangeran Charles. Ia merupakan 1 dari 50 inovator paling berpengaruh di dunia dan juga menjadi inspirator yang aktif di berbagai negara.

“Mengapa critical thinking itu penting? Kalau bicara itu jangan cuma kritis tapi harus juga kreatif. Tugas kita bukan mengkritik, tetapi tugas kita itu memberikan solusi. Kita perlu membangun harmoni, tidak merendahkan kritik, dan memberikan solusi. Dalam konteks mahasiswa, sedang relate tentang demo walaupun ada transformasi dan ada sebuah paradigma lain yang bukan hanya kajian tetapi harus ada proses terapan. Tidak hanya merespon itu bagus. Dalam konteks ini critical creative thinking itu eminen dan prominen. Lalu, ada empat hal yang harus disiapkan, yaitu kompetensi, portofolio, prestasi, dan pengakuan publik,” jelas dr. Gamal

Pada pukul 12.59 sesi tanya jawab dimulai. “Menurut pengalaman saya selama di sini pandangan masyarakat mengenai COVID-19 ini pandangan masyarakat saat ini menganggap COVID-19 sekadar hoaks dan tidak percaya akan adanya virus ini. Pertanyaannya, sebagai mahasiswa agent of chance tips apa aja yg bisa dilakukan agar bisa mengubah pemikiran masyarakat yang seperti itu?” tanya Febriana Karneli yang merupakan mahasiswi dari UINSA.

“Yang pertama itu bagian dari critical thinking. Mengapa orang-orang menganggap COVID-19 itu tidak ada? Kita bisa new create solution. Lalu yang kedua jangan hanya jadi agent of change, tetapi direction of change yang mengelola, mengatur mengarahkan, dan sebagai building team. Tidak usah neko-neko. Apa yg dimiliki itu bisa menjadi kontribusi untuk menyelesaikan masalah COVID-19 ini. Bisnis apa yang bisa dilahirkan untuk menyelesaikan masalah. Kesadaran sosial harus lebih besar daripada kepentingan pribadi. Buat kampanye tentang COVID-19. Apa yg kamu sukai, masuklah ke ranah itu. Sambungkan dengan minat,” jawab dr. Gamal.

Setelah itu moderator mempersilakan dr. Gamal untuk menuturkan closing statement

Buat semuanya jangan biarkan masa muda berlalu tanpa karya yg memesona. Don’t try to impress people, try focus to impact people, because impress will be lost, but impact will survive. Maybe you will impressive, but are you impact fully? Lalu yang terakhir mimpi itu murah, ide itu murah. Oleh karena itu keberhasilan memberikan kontribusi pada kemenangan dalam membangun usaha karena kemenangan itu manja harus diikuti dengan kesabaran dan kebenaran. Tidak ada inovasi, karya, dan kebaikan tanpa kesabaran karena kesabaran itu adalah napas yang menentukan lama atau tidaknya pertahanan untuk keberhasilan,” ungkapnya.

Pada Pukul 13.28 dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah itu, acara diambil alih oleh MC dan ditutup dengan doa. Acara The Office Explorer 5.0 telah resmi selesai.

(AR/RAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *