Kadal 177 : Menghafal Bukan Termasuk Proses Belajar, Benarkah?

Menghafal berasal dari kata ‘hafal’ yang berarti sudah ingat di dalam ingatan dan mampu mengucapkan tanpa melihat buku ataupun catatan yang tersedia. Menghafal adalah proses menempatkan informasi ke dalam ingatan (memori). Menghafal dapat dilakukan dengan cara mengubah informasi tersebut menjadi sebuah kode ataupun sandi yang mudah diingat atau diungkapkan kembali jika dibutuhkan. Dilansir dari kompas.com, proses menghafal pada umumnya terjadi dengan berbasis pada bunyi yang dihasilkan secara oral atau pengucapan.

Belajar adalah proses memperoleh kepandaian atau ilmu. Dalam proses belajar terdapat kegiatan mencerna informasi yang diterima oleh pikiran dalam diri seseorang. Informasi ini akan disimpan dalam memori, tetapi dengan teknik dan kode yang berbeda sehingga lebih memudahkan seseorang dalam memahaminya. Setelah adanya pemahaman dalam informasi tersebut maka seseorang dapat menghafalkannya  dan mampu mengulanginya dengan format dan situasi yang berbeda.

Sering kali banyak ditemukan dalam proses belajar yaitu dengan cara menghafalkan, tetapi tidak memahaminya. Artinya sama saja dengan menyimpan informasi atau ilmu yang didapat menggunakan format tetap dan tunggal yang membuat ingatan seseorang hanya berpatokan pada pemikiran itu saja dan tidak dapat berubah apalagi berkembang. Dalam hal ini, teknik penghafalan yang dilakukan adalah mengulang secara terus-menerus informasi atau ilmu yang diterima. Menghafal adalah memberi tanda atau kode pada otak kita. Konsekuensinya, apabila prosesnya kita hentikan, maka secara perlahan tanda itu akan hilang dan kita akan lupa terhadap informasi serta ilmu yang sudah diterima.

Apakah tidak diperbolehkan menghafal dalam proses belajar? Tentu tidak, menghafal merupakan bagian baik dari pemberian kode dan mencerna dengan cepat informasi atau ilmu yang diterima ke dalam pemikiran seseorang. Saat berpikir untuk membangun pemahaman, kecepatan menghafal ini bisa membantu. Namun, harus diingat bahwa menghafal harus diposisikan sebagai alat bantu proses belajar. Menghafal bukan proses utama dalam belajar, karena proses utama belajar adalah memahami apa yang sudah diterima oleh otak kita.

Maka dari itu, satu kesalahan terbesar dalam belajar adalah kita yang terlalu fokus menghafal. Bukan maksudnya hafalan tidak penting, namun lebih tepatnya hafalan saja tidaklah cukup. Jika kita lihat di luar sana, dunia kita semakin cepat berubah. Menghadapi dunia yang seperti ini kita gak cuma butuh menghafal saja, kita harus menjadi orang yang bisa mengikuti perkembangan zaman dengan memahami banyak hal.

Research and Development by Rima Oktapiani

Edited by Siti Ukhfiya

Referensi

Menghafal itu Bukan Belajar. (2016, 12 14). Retrieved 06 03, 2021, from https://edukasi.kompas.com/read/2016/12/14/15245261/menghafal.itu.bukan.belajar?page=all

Wahyuni, A. T. (n.d.). Kesalahan Terbesar Yang Kita Lakukan Saat Belajar. Retrieved Juny 03, 2021, from https://campuspedia.id/news/kesalahan-terbesar-yang-kita-lakukan-saat-belajar/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *