Webinar Kekerasan Seksual dengan Gerakan Bela Diri: Kampus Sehat Nyaman dan Kondusif

Selasa, 27 Juli 2021 Organisasi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang bergerak di Bidang Keolahragaan atau disebut juga UKO UNJ telah menyelenggarakan Webinar  Kekerasan Seksual dengan Gerakan Bela Diri. Acara ini dipandu oleh Nurinda Aza selaku pembawa acara. Sebelum acara inti tiba, Nurinda membacakan beberapa tata tertib yang harus ditaati oleh peserta selama berjalannya acara sehingga tidak menimbulkan kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan. Setelah itu, Muhamad Juliansyah dipersilahkan untuk pembacaan doa dan acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kemudian, rangkaian selanjutnya ialah sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dilakukan oleh Al Faruq Diharjo selaku ketua pelaksana webinar, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua UKO UNJ 2021 yaitu Satria Eka Pandawa, dan juga sambutan dari dosen pembimbing UKO UNJ yaitu Bapak Drs. Yansen Jutalo., M.Pd.

Selanjutnya adalah pemaparan materi, sesi ini dipandu oleh moderator yaitu Rigali Igal,  S.Or yang merupakan Social Media Inspiratif Duta GenRe Provinsi Jawa Barat 2020. Beliau memandu kedua pembicara yang mengisi acara tersebut. Acara webinar ini turut mengundang dua pembicara yang sangat hebat, berpengalaman, serta komunikatif dalam kaitannya dengan pencegahan kekerasan seksual.

Pembicara pertama ialah Gusmiliar,  M. Psi. Beliau merupakan Psikolog Klinis Anak, Remaja, Dan Keluarga. Dalam materinya beliau menjelaskan bahwa pelecehan seksual adalah segala tindakan seseorang yang membuat ketidaknyamanan secara seksual terhadap diri orang lain. Pelecehan seksual tidak hanya seperti pemerkosaan, tetapi bisa juga dengan verbal atau ucapan seperti catcalling atau mengomentari tubuh seseorang. Ada juga dengan secara nonverbal seperti memandang seseorang dengan nafsu dan menyentuh bagian-bagian sensitif seseorang. Cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari pelecehan seksual di antaranya adalah berhati-hati saat berkenalan dengan orang di media sosial, tidak tidur di transportasi umum, dan belajar bela diri.

Kesimpulan materi dari Ibu Gusmiliar adalah kembali ke pola pikir kita sendiri, jika kita punya pola pikir yang baik maka pikiran-pikiran negatif akan terhindar. Karena pikiran kita sendiri yang mengundang hal tersebut terjadi. Selain itu, kita harus menjaga respon emosi dan perilaku. Setelah Ibu Gusmiliar selesai menjelaskan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Lalu, pemaparan materi ke dua oleh Bang Mahatir Muhammad, S.pd yang merupakan S&C Coach Pencak Silat DKI Jakarta. Dalam materinya, Bang Mahatir menunjukkan beberapa teknik gerakan bela diri pada saat terjadi pelecehan. Memaparkan jenis-jenis pelecehan seksual. Menjelaskan teknik perlawanan pada saat terjadi pelecehan seksual pada wanita. Ketika terkena pelecehan seksual, ada beberapa hal yang harus kita lakukan yaitu selalu bersikap tenang, mencari titik lemah pelaku, siapkan tenaga untuk menyerang balik, lalu berikan pukulan sekeras mungkin, setelah itu lari, dan minta pertolongan. Setelah pemaparan materi kedua selesai, sesi tanya jawab dibuka.

Sebelum sesi Bang Mahatir berakhir, beliau memberikan closing satetmentnya “Di mana pun kita berada dan bersama siapapun kita berada yang dapat menolong diri kita adalah kita sendiri maka jaga dan sayangilah diri kita.”

Setelah itu, Kak Rigali mengembalikan acara ke Nadira selaku pembawa acara. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, pembacaan doa penutup oleh Muhamad Juliansyah dan setelah itu acara selesai.

(AR/UKH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *