Pentingnya Memahami Quarter Life Crisis, Bagian dari Kehidupan yang Kerap Dianggap Mengkhawatirkan

Foto dari : Pinterest

Semakin seseorang beranjak dewasa tentunya akan semakin memikirkan tentang kehidupannya. Ada banyak kecemasan yang timbul tentang masa depan. Fase ini terutama terjadi periode usia 18 sampai 30 tahun ketika seseorang mulai bertanya – tanya, meragukan, takut gagal, bahkan hilang arah terhadap tujuan hidupnya. Istilah yang menggambarkan kondisi ini disebut juga dengan Quarter Life Crisis. Lantas, bagaimana Quarter Life Crisis memengaruhi kehidupan?

Quarter Life Crisis atau Krisis Seperempat Abad sebenarnya merupakan momen pencarian jati diri yang disebut juga sebagai tahap pendewasaan. Konsep ini diperkenalkan oleh Robbins dan Wilner dalam bukunya Quarterlife Crisis: The Unique Challenges of Life in Your Twenties. Robbins dan Wilner menggambarkan Quarter Life Crisis sebagai cobaan dan kesulitan individu saat membuat pilihan mengenai karir, keuangan, pengaturan hidup, bahkan hubungan percintaan yang memicu individu sering kali merasa stres, depresi, dan kesepian. Berdasarkan hal ini, apakah berarti Quarter Life Crisis buruk sehingga harus ditakutkan? Belum tentu, Quarter Life Crisis merupakan fase penting yang harus dialami oleh seseorang.

Quarter Life Crisis dijelaskan juga dalam konsep emerging adulthood, yakni masa ketika individu mengeksplorasi diri dan lingkungannya. Individu tersebut mulai menyadari perubahan dirinya menuju kedewasaan sehingga dihadapkan oleh berbagai pilihan yang menentukan masa depan. Kebimbangan untuk memutuskan pilihan tersebut awalnya mendorong timbulnya rasa stres, tetapi berguna bagi individu untuk mengenali diri lebih dalam dan membuat persiapan lebih baik bagi kehidupan mendatang. 

Menghadapi Quarter Life Crisis

Untuk siap melewati fase Quarter Life Crisis, harus terlebih dahulu memperhatikan gejala ketika mengalaminya. Menurut Robins dan Wilner, beberapa tanda seseorang mengalami Quarter Life Crisis di antaranya:

  1. Merasa bingung akan tujuan hidup;
  2. Pencapaian yang didapat tidak sesuai harapan;
  3. Kesulitan membuat keputusan dari pilihan yang ada karena takut gagal;
  4. Terjebak di masa lalu sehingga sulit menjalani masa sekarang;
  5. Sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Melihat rumitnya gejala ketika mengalami Quarter Life Crisis maka perlu bagi individu mengetahui cara – cara untuk menghadapinya. Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi fase ini antara lain:

  1. Berusaha mencintai diri sendiri dengan mengenali kelebihan dan kekurangan diri;
  2. Berhenti membandingkan pencapaian diri dengan orang lain;
  3. Mencari keinginan dan passion diri serta membuat perencanaan untuk mewujudkannya;
  4. Mengelilingi diri dengan orang – orang dan lingkungan yang mendukung.

Research and Development by Nur Andini Auliani

Edited by Kania Hani

Source:

https://www.alodokter.com/memahami-quarter-life-crisis-dan-cara-menghadapinya

Rossi, N. E., & Mebert, C. J. (2011). Does a quarterlife crisis exist?. The Journal of genetic psychology, 172(2), 141-161.

https://satupersen.net/blog/quarter-life-crisis-bagaimana-kamu-menghadapinya

https://satupersen.net/blog/quarter-life-crisis-bagaimana-kamu-menghadapinya

https://www.ugm.ac.id/id/berita/21247-kiat-menghadapi-quarter-life-crisis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *