POSTER DAN PAJANGAN PRODUK ROKOK DI SELURUH JAKARTA DITUTUP

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan regulasi yang mengatur larangan toko memajang reklame rokok. Regulasi ini termasuk mengatur soal sanksi dan apresiasi bagi pihak-pihak yang sudah disiplin serta mematuhi aturan.

            Adanya peraturan ini, bertujuan untuk menekan angka perokok di Ibu Kota. Selain itu, para perokok dianggap memperkecil kesempatan warga untuk memperoleh udara yang segar. Tujuan besar lainnya adalah untuk menekan anak-anak di bawah umur membeli rokok secara bebas.

Kebijakan tersebut akan dibuat karena saat ini pemprov baru mengeluarkan Seruan Gubernur (SerGub). Kendati demikian, Ketua DPD Jakarta Partai Gerindra mengimbau kepada masyarakat terkhusus pemilik toko swalayan agar tidak hanya melakukan tindakan disiplin, tetapi juga diminta untuk memastikan tidak ada yang merokok di kawasan tersebut.  Ada tiga poin yang diatur dalam seruan yang ditandatangani Anies pada 9 Juni 2021, salah satunya tidak memasang raklame rokok atau zat adiktif baik dalam ruangan maupun di luar ruangan, termasuk memajang kemasan/bungkus rokok atau zat adiktif di tempat penjualan.

Sumber gambar: Beritasatu.com

SerGub tersebut juga meminta agar  seluruh gedung di DKI Jakarta tidak menyediakan asbak dan tempat pembuangan punting rokok pada kawasan dilarang merokok. Setiap gedung di Jakarta juga diminta untuk memasang tanda larangan merokok pada setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui oleh setiap orang di area gedung. Mengimbau kepada seluruh pelaku usaha agar menaati peraturan. Imbauan akan berlangsung hingga akhir September 2021. Jika setelah masa imbauan masih ada pelaku usaha yang memajang produk rokok, akan diberi teguran, Pemprov DKI memberikan peraturan berikut sanksinya Satpol PP melakukan razia.

            Terpisah, Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat mengatakan  akan menindaklanjuti seruan ini. Pihaknya saat ini mulai memasang stiker larangan pajangan rokok di sejumlah minimarket mengingat penjualan yang ditampilkan di dekat kasir. Untuk selanjutnya, masyarakat yang ingin membeli rokok dapat menyampaikan langsung kepada kasir di minimarket atau supermarket tersebut layaknya memesan makanan di restoran. (IEN/NIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *