29 November 2021: Buruh dan Mahasiswa Kepung Istana

Pada hari ini, puluhan ribu massa aksi dari aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) yang terdiri dari buruh, mahasiswa, dan masyarakat lainnya mengepung dalam rangka menyuarakan keresahan mereka soal Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Sebagai informasi, Gebrak merupakan aliansi yang terdiri dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), LMND DN, KPBI, Konfederasi Serikat Nasional (KSN), dan kelompok masyarakat sipil lainnya. Mereka juga sempat melakukan unjuk rasa memperingati dua tahun masa jabatan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam aksi hari ini, mereka menuntut agar Presiden Joko Widodo menerbitkan Keppres mengenai kenaikan upah 2022 setelah yang diketahui sebelumnya bahwa MK menyatakan bahwa UU Cipta Kerja institusional bersyarat. Mereka juga menyuarakan poin ketujuh putusan MK mengenai uji formil UU Omnibus Law semua aturan-aturan pelaksanaannya harus ditangguhkan. Karena hal tersebut mengakibatkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang mengatur upah 2022 naik hanya 1,09 persen dibatalkan demi hukum.

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) inkonstitusional bersyarat. MK meminta pemerintah dan DPR memperbaiki UU a quo dalam tenggat waktu dua tahun sejak putusan dibacakan. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang gugatan uji formil UU Ciptaker di Gedung MK, Jakarta Pusat.

Sumber: Detik.com

Dalam hal ini Presiden Jokowi dituntut agar dapat mengambil sikap pasca putusan MK itu yang sudah dibacakan, jangan sampai ada kekosongan hukum, dan jangan sampai kemudian presiden ini mengabaikan hasil putusan MK.

Untuk itu, para massa aksi  hari ini menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai kenaikan upah 2022 setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan Undang-Undang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat.

Tidak hanya merugikan para buruh, kebijakan pemerintah yang menetapkan upah rendah juga mengancam kehidupan mahasiswa di masa mendatang yang setelah lulus akan menjadi pekerja.

Aksi pada hari ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup kaum buruh di kemudian hari, dan keberlangsungan hidup kaum muda di kemudian hari. (SEF/AWS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *