Mahasiswa Kembali Menggelar Aksi Nasional pada 28 Maret 2022

sumber foto: Dokumentasi Pandawa FE UNJ

Pada Senin, 28 Maret 2022, ribuan mahasiswa mendatangi Istana Merdeka dengan membawa beberapa tuntutan. Aksi ini merupakan bentuk perlawanan dari tingginya harga minyak goreng dan beberapa isu lain yang turut meresahkan masyarakat Indonesia. Seperti yang kita ketahui, semenjak akhir November 2021 harga minyak di Indonesia melonjak tinggi. Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia.

Mahasiswa mulai memadati Parkiran Irti Monas pada pukul 10.30 WIB. Setelah itu, ribuan mahasiswa mulai berbaris di depan Perpustakaan Nasional sesuai dengan universitasnya. Di barisan pertama, terlihat mahasiswa UNJ dengan almamater hijaunya kemudian diikuti mahasiswa dari universitas lain dengan almamaternya masing-masing.

Setelah barisan rapi dan border sudah terbentuk, mahasiswa mulai berjalan menuju Istana Merdeka. Masa aksi ini mulai menyanyikan lagu mars mahasiswa untuk menambah semangat mereka. Perjalanan dimulai pada pukul 11.00 WIB dan sempat tertahan di dekat pos Polisi Indosat tepat di depan Monumen Nasional. Di tempat tersebut, beberapa mahasiswa mulai menyampaikan keresahannya.

Mendekati waktu zuhur, mahasiswa terlihat mulai menyiapkan diri untuk salat. Salah satu mahasiswa mengumandangkan azan di depan mahasiswa lainnya. Tampak antrian mahasiswa yang menunggu giliran untuk berwudu di samping pos polisi. Para mahasiswa ini sholat di tempat mereka menyampaikan kepeduliannya tentang masalah yang belakangan ini terjadi. Mahasiswa mulai terlihat kembali rapih berbaris tepat pada pukul 13.00 WIB.

sumber foto: Dokumentasi Pandawa FE UNJ

Masa aksi ini terlihat mulai berjalan ke arah Istana Merdeka. Namun, masa aksi ini kembali tertahan di samping Patung Arjuna Wijaya. Aparat keamanan terlihat sudah memblokir jalan dengan kawat berduri. Di bawah jembatan penyebrangan depan gedung Sapta Pesona, polisi terlihat sudah membentuk barisan untuk mengamankan masa aksi. Dari atas mobil komando, perwakilan mahasiswa mengingatkan untuk tidak bertindak anarkis dengan merusak pembatas yang ada.

Meskipun tertahan, perwakilan mahasiswa tetap menyampaikan aspirasinya. Beberapa isu yang diangkat adalah mengenai tingginya harga minyak, isu penundaan pemilihan presiden, pemindahan ibukota negara ke Kalimantan yang belum menemui titik terang, dan keresahan warga Wadas yang memikirkan kelestarian ekosistem dibalik penambangan di lingkungan Wadas, Kabupaten Purworejo.

Penyampaian aspirasi ini diikuti dengan pembacaan puisi dan menyanyikan lagu yang diiringi petikan gitar untuk membakar semangat para mahasiswa. Di tempat lain, para negosiator terlihat mulai berdiskusi dengan aparat keamanan untuk bisa melangkah lebih jauh ke depan.  Meskipun terik matahari membakar kulit para mahasiswa, semangat mereka terlihat tidak padam sedikitpun.

sumber foto: Fotografer EconoChannel

Mendekati waktu asar, mobil komando menginstruksikan untuk menunda aksi demonstrasi. Masa aksi diizinkan untuk menunaikan ibadah salat asar terlebih dahulu. Terlihat beberapa mahasiswa mulai berteduh di bawah pepohonan. Masa aksi laki-laki terlihat melaksanakan ibadah salat asar di depan pos polisi, hal ini dipilih karena dianggap lebih teduh dan lebih bersih dibanding tempat lainnya.

Mendekati pukul 16.00 WIB, masa aksi mulai membentuk barisan kembali. Dari atas mobil komando, perwakilan mahasiswa menginstruksikan masa aksi perempuan untuk kembali ke rumah masing-masing. Alasannya agar tidak pulang terlalu malam yang bisa membahayakan masa aksi perempuan.

sumber foto: Dokumentasi Pandawa FE UNJ

Semangat para mahasiswa terlihat kembali membara. Perwakilan mahasiswa dari tiap universitas mulai naik satu persatu ke atas mobil komando untuk menyampaikan orasinya. Dengan semangat yang membara, mahasiswa tetap bertindak kooperatif dengan aparat keamanan. Masa aksi tetap mengikuti instruksi dari atas mobil komando. Tepat pada pukul 17.30 WIB, tidak terlihat adanya titik terang dari aksi demontrasi ini.

Mendekati waktu magrib, terlihat dari sisi aparat keamanan telah hadir staf kepresidenan. Staf kepresidenan ini merupakan perwakilan yang hadir untuk melerai masa aksi. Setelah bernegosiasi dengan beberapa perwakilan mahasiswa, ditemui keputusan bahwa akan kembali di gelar konsolidasi dengan pihak kepresidenan pada tanggal 11 April 2022. Meskipun belum menemui titik terang, para mahasiswa tetap kooperatif dengan pulang ke rumah masing-masing. Walaupun memikul kekecewaan, masa aksi ini tidak membuat kerusakan sama sekali. Panjang umur perjuangan Indonesia, semoga masalah yang menghinggapi negeri ini bisa segera teratasi.

(YI/SEL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *