SERUAN MIMBAR BEBAS DILAKUKAN DEMI MENGEMBALIKAN PILIHAN SPU 0 RUPIAH

Sumber: Fotografer EconoChannel

Pada hari Rabu, 15 Juni 2022, Mahasiswa UNJ mengadakan seruan mimbar bebas di Gedung Ki Hajar Dewantara. Hal ini dikarenakan adanya berita yang membuat geger para mahasiswa, dimana berita tersebut berisi pilihan SPU 0 untuk tahun ajaran 2022/2023 mendadak dihapus. SPU sebenarnya adalah Sumbangan Pembangunan Universitas yang memang seharusnya tidak ada batas minimal alias bisa memilih nominal 0 rupiah. Tetapi, berbeda pada tahun ini, SPU mendadak memiliki batas minimal sebesar Rp750.000,00. Hal ini membuat para mahasiswa geram dan bertanya-tanya sebenarnya arti SPU ini Sumbangan Pembangunan Universitas atau Sumbangan Pemaksaan Universitas? Tujuan dari gerakan seruan mimbar bebas ini adalah jelas untuk mengembalikan pilihan SPU sebesar 0 rupiah dan juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri calon mahasiswa yang ingin mendaftar ke UNJ melalui jalur penmaba (mandiri), agar tidak takut untuk memilih SPU 0 dan menghilangkan pemikiran bahwa orang yang lolos itu hanya untuk orang-orang yang memilih SPU dengan nominal yang tinggi.

Sumber: Fotografer EconoChannel

Seruan mimbar bebas ini dilaksanakan sekitar pukul 14.00, dimana para mahasiswa yang ingin mengikuti aksi harus menggunakan almamater kebanggaan UNJ dan menumpahkan segala pendapatnya. Rangkaian awal, yaitu para mahasiswa diberikan briefing terlebih dahulu oleh koordinator antar fakultas. Setelah itu, para mahasiswa melakukan long march dari gedung Ki Hajar Dewantara menuju ke depan gedung parkir spiral. Mahasiswa berbaris rapih dan mulai menyuarakan aspirasinya. Tetapi, tak lama UNJ diguyur hujan deras yang mengakibatkan para mahasiswa yang mengikuti aksi diarahkan untuk melanjutkan menyampaikan aspirasinya di lantai 4 gedung parkir spiral. Selama di dalam gedung spiral, mahasiswa diperbolehkan untuk penyampaian orasinya dalam bentuk apapun, seperti yang dilakukan oleh Kak Agil Prasojo, perwakilan dari BEM Prodi Akuntansi, yang menyampaikan aspirasinya. Sekitar pukul 15.40, hujan mulai reda dan massa diarahkan untuk kembali membentuk barisan di depan gedung parkir spiral. Para mahasiswa melanjutkan menyampaikan orasinya secara bergiliran antara fakultas yang satu dengan fakultas lainnya. Ada yang melakukan orasi dengan mengajak peserta aksi dan menyamakan persepsi mengenai arti SPU ini dan ada juga yang menyampaikan orasi dengan cara membacakan puisi, seperti yang dilakukan oleh perwakilan dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

Sumber: Fotografer EconoChannel

Sementara mahasiswa menyampaikan aspirasinya di depan gedung parkir spiral, perwakilan dari BEM UNJ dan perwakilan fakultas mengadakan rapat audiensi dengan pimpinan dan pihak-pihak yang terkait. Setelah melakukan rapat, semua mahasiswa melakukan ibadah salat magrib terlebih dahulu. Setelah itu, Kak Ahmad Sauqy selaku Ketua BEM UNJ 2022, menyampaikan hasil rapat audiensi yang baru saja dilakukan ke peserta aksi. Aksi ditutup karena pihak pimpinan dari tiap fakultas berwacana bahwa akan kembali menggelar rapat dan mengkaji mengenai nominal SPU. Para peserta aksi pulang dengan rasa sedikit lega karena sudah ada respon dari pimpinan terkait dan sedikit rasa kecewa karena merasa belum ada titik terang yang pasti mengenai nominal SPU dari aspirasi yang sudah disampaikan. Mari kita doakan semoga nominal SPU tetap berpendirian pada makna yang sebenarnya, yaitu Sumbangan Pembangunan Universitas bukan Sumbangan Pemaksaan Universitas.

Sumber: Aliansi Advokasi se-UNJ dan Jalan Juang SOSPOL

Jumat, 17 Juni 2022, para pihak pimpinan menyepakati atau menyetujui tuntutan yang dilakukan melalui seruan mimbar bebas. Pilihan 0 pada SPU sudah ada dan dapat ditegaskan bahwa SPU tidak menjadi acuan kelulusan di UNJ.

(ACP/VAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *