Bank Indonesia akan Terbitkan Rupiah Digital, Bagaimana Nasib Uang Tunai?

Uang rupiah digital akan segera hadir di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mengabarkan akan merilis uang rupiah digital pada akhir tahun 2022. Rupiah digital merupakan mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currencies (CBDC). Rupiah digital dikatakan berbeda dengan uang elektronik, seperti kartu kredit, e-wallet, OVO, Gopay, dan DANA. Secara konseptual, rupiah digital hampir menyerupai mata uang kripto. Akan tetapi, harganya sendiri tergantung pada mata uang masing-masing negara.

Uang rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) dirilis Bank Indonesia (BI) guna untuk mengatasi risiko terhadap stabilitas dari aset kripto. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono, mengatakan buku panduan yang dirilis akan mencakup berbagai desain dan konsep rupiah digital. Ia juga mengungkapkan terdapat enam tujuan menerbitkan rupiah digital, yaitu:

1. Menyediakan alat pembayaran digital yang bebas risiko;

2. Meminimalisasi risiko non sovereign digital currency;

3. Memperluas efisiensi dan tahapan sistem pembayaran termasuk cross border;

4. Memperluas dan mempercepat inklusi keuangan;

5. Menyuguhkan instrumen kebijakan moneter baru; dan

6. Memfasilitasi distribusi fiscal subsidy.

Sumber foto: cnbcindonesia.com

Penerbitan rupiah digital sebagai CBDC dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) karena uang digital sudah tidak bisa dihindari lagi saat ini. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) ingin menyediakan layanan mata uang digital yang dapat membuat masyarakat merasa aman. Akan tetapi tentu, terdapat kekhawatiran publik tentang nasib uang tunai. Namun, tentunya Bank Indonesia (BI) pun memberikan penjelasan apakah uang tunai akan dihapuskan atau tidak dengan adanya rupiah digital.

Dalam keterangan resminya, Selasa, 12 Juli 2022, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ryan Rizaldy, mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan munculnya rupiah digital. Pasalnya, uang tunai takkan dihapuskan dengan adanya kebijakan baru ini.

“Intinya tidak untuk menghilangkan, tetapi menambah alat pembayaran, seperti dompet atau uang elektronik yang ada saat ini,” tutur Ryan Rizaldy dalam Media Briefing kegiatan sampingan KTT G20 Indonesia, pada Selasa, 12 Juli 2022 di Badung, Bali. (NAB/VAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *