Mengoptimalkan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Dunia melalui Presidensi G20 2022

Sumber: kompasiana.com

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia mendapat kehormatan dan amanah menjadi Presidensi G20 2022. Hal ini begitu istimewa karena sejak menjadi anggota G20 yang dibentuk pada tahun 1999, baru kali ini dipercaya sebagai tuan rumah atau Presidensi G20 2022. Delegasi G20 yang terdiri dari berbagai negara datang ke Indonesia dalam pertemuan G20 yang digelar secara berkala di kota-kota di Indonesia. Sejak awal tahun, sudah dirancang berbagai kegiatan G20, termasuk acara pendukungnya yang digelar di berbagai kota di Indonesia. Kegiatan G20 di Indonesia dilakukan secara hybrid. Hal ini tentunya bermaksud menjaga kegiatan tetap berlangsung dengan aman dan nyaman di tengah pandemi. Namun, seiring berita yang menggembirakan kasus yang turun dan pelanggaraan protokol kesehatan, membuat Indonesia harus bersiap kedatangan banyak delegasi yang datang langsung ke Indonesia.

G20 adalah forum kerja sama 20 negara ekonomi utama di dunia. Forum internasional ini, berfokus pada kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan, termasuk di negara-negara miskin dan kecil. Tentunya, ini merupakan salah satu forum penting yang mempengaruhi dunia Internasional. Kekuatan ekonomi dunia didominasi oleh negara anggota G20. Komposisi anggota mencakup 80 persen PDB dunia, 75 persen ekspor global, dan 60 persen populasi bumi. Oleh karena itu, banyak negara berharap pada pertemuan 20 negara ini. Secara singkat, mayoritas perputaran keuangan dunia ada pada negara anggota G20 ini.

Anggota-anggota G20 sendiri terdiri atas 19 negara dan 1 kawasan, yaitu Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Republik Rakyat Tiongkok atau China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari kawasan Asia Tenggara.

Sumber: poskota.co.id

Peringkat Indonesia di antara negara-negara anggota G20 bisa dilihat dari kondisi perekonomian yang biasanya mengacu pada besaran Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Mengacu data Bank Dunia, Indonesia berada di peringkat ke-16 menurut besaran PDB. Tercatat, PDB Indonesia berada di kisaran 1,06 triliun dolar AS pada tahun 2020, masih di dasar peringkat meskipun tidak di dasar sekali. Indonesia menjadi negara yang masih diperhitungkan. Untuk peringkat pertama sendiri adalah Amerika serikat dengan besaran PDB mencapai 20,95 triliun dollar AS. Kemudian, diikuti oleh Uni Eropa sebesar 15,29 triliun dollar. Meskipun Indonesia merupakan negara berperingkat 16 dalam G20, peran sebagai presidensi tentunya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Banyaknya gelaran acara G20 di Indonesia, tentunya akan menyerap banyak tenaga kerja. Tema Presidensi G20 Indonesia 2022 adalah “Recover Together, Recover Stronger”. Semangat dalam tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama, serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Tahun 2022 merupakan jembatan setelah sebelumnya dunia melaluinya dengan pandemi. Ekonomi dan berbagai sektor mencoba bangkit. Momentum Presidensi G20 2022 ini, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merancang ekonomi dunia ke arah lebih baik. Banyaknya tenaga kerja yang terserap untuk mensukseskan acara menjadi garis depan printing Indonesia di mata para delegasi. Terserapnya tenaga kerja ini, juga berdampak positif bagi ekonomi Indonesia. Tenaga kerja yang terampil dan mumpuni tentunya sangat penting untuk membantu menyukseskan acara ini. Seleksi ketat perlu dilakukan agar tidak ada kolusi ataupun nepotisme.

Selain itu, tempat pariwisata di Indonesia juga perlu dibenahi dengan baik. Para delegasi itu, tentunya ingin melihat wajah Indonesia dari dekat. Tempat wisata adalah sesuatu yang mungkin dilakukan. Kebersihan tempat wisata hingga protokol kesehatan yang harus dijaga, mutlak diperlukan agar para turis asing tersebut nyaman di Indonesia. Berita kenyamanan di Indonesia tentunya akan menyebar dan tidak berapa lama ekonomi Indonesia, khususnya di bidang pariwisata akan semakin lebih baik. Branding Indonesia perlu dijaga dengan baik.

Sumber: kalsel.inews.id

UMKM yang ada di Indonesia perlu juga dilibatkan untuk menguatkan branding Indonesia. Hal ini merupakan berkah tersendiri bagi mereka, produk mereka bisa dikenal oleh banyak orang dari berbagai negara. Tentunya, pengenalan produk UMKM ini perlu ada strategi khusus dari pemerintah atau penanggung jawab acara, seperti bagaimana mengemas branding Indonesia terkhusus pada produk UMKM-nya agar bisa dikenal dan bisa berkelanjutan ekspor ke mancanegara?

Dalam forum G20 ini, Indonesia juga akan berperan ikut dalam merancang kebijakan pemulihan ekonomi dunia. Jika perekonomian dunia membaik, maka Indonesia akan menerima dampak positifnya, salah satunya ekspor yang akan tumbuh tinggi. Branding Indonesia juga semakin lebih baik. (VA/RIV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *