Tahun 2022 Banyak Negara Mengalami Inflasi Tinggi, Mengapa Demikian?

Ancaman inflasi tinggi kian menghantui berbagai negara, baik negara maju maupun berkembang, terutama sejak dunia dilanda pandemi COVID-19 dan adanya perang Rusia-Ukraina yang membuat harga komoditas pangan dan energi kian melambung.

Berdasarkan data dari Trading Economics, saat ini ada beberapa negara yang mengalam inflasi tahunan, salah satunya adalah AS. Inflasi di negara adidaya tersebut tercatat menyentuh 9,1% (year on year/yoy) pada bulan Juni 2022. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam 41 tahun terakhir ini. Penyebab terjadinya inflasi tersebut adalah lonjakan harga bensin di AS yang mencapai 60%. Inflasi tersebut menyebabkan harga barang-barang di negara tersebut mengalami kenaikan hingga lebih dari tiga kali lipat dalam setahun terakhir.

Sumber foto: bicaraberita.com

Sejumlah negara juga mengalami hal serupa. Tak tanggung-tanggung, tingkat inflasi di beberapa negara bahkan berada di atas 100%, seperti Lebanon yang tercatat sebagai negara dengan inflasi harga pangan tertinggi di dunia, yakni mencapai 374% pada April 2022 dibanding tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Selanjutnya, Sudan mengalami inflasi sebesar 192% pada Mei 2022. Tahun lalu, inflasi Sudan meroket hingga 400% di tengah ketidakpuasan masyarakat atas reformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah setempat. Reformasi itu didukung oleh Dana Moneter Internasional atau IMF.

Selanjutnya, diikuti tingkat inflasi di Zimbabwe yang berada di level 191,60% pada Juni 2022. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi pada Mei 2022 yang tercatat 131,70%. Hal tersebut menjadikan inflasi tertinggi sejak April tahun lalu.

Sementara itu, tingkat inflasi di Venezuela mencapai 167% pada Mei 2022. Pada bulan sebelumnya, negara ini mencapai tingkat inflasi di level 22,3%. Adanya ketergantungan Venezuela pada pendapatan minyak bumi menyebabkan negara itu rentan terhadap fluktuasi harga.

Selain itu, Suriah mengalami inflasi mencapai 139% pada Agustus 2021. Inflasi di negara tersebut melonjak sejak pecahnya perang saudara. Perekonomian Suriah dilanda sanksi ekonomi besar-besaran hingga membatasi perdagangan dengan Liga Arab.

Selain itu juga, Turki yang mengalami inflasi yang mencapai 78% pada Juni 2022 dan terancam resesi. Negara itu terjebak dalam krisis setelah inflasi mencapai lebih dari 60%. Mata uang lira Turki pun jatuh ke posisi terendah sepanjang masa terhadap euro dan dolar AS sejak tahun lalu.

Terakhir, Argentina yang mengalami inflasi yang meningkat hingga mencapai 64% pada Juni 2022, dari 60,70% pada Mei 2022. Guna memerangi inflasi yang melonjak, bank sentral Argentina kembali menaikkan suku bunga acuannya untuk keenam kalinya menjadi 52% pada akhir Juni lalu.

(NA/REI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *