Terungkap! Ini Alasan PKN STAN Resmi Menghapus 2 Jurusan yang Paling Banyak Diminati

Mulai tahun lalu PKN STAN kembali membuka jalur pendaftaran bagi mahasiswa baru setelah tidak menerima satupun akibat adanya pandemi. Pembukaan kembali jalur pendaftaraan ini berbeda daripada sebelumnya, yakni diberlakukannya penghapusan seluruh jurusan Diploma I dan penambahan jurusan Diploma IV. Kuota yang diberikan pun terpangkas. Pada tahun ini, calon mahasiswa kembali mendapatkan peraturan baru, yaitu penghapusan jurusan paling ramai diminati, pajak dan bea cukai.

Sumber foto: id.wikipedia.org

Mengapa demikian? menurut wawancara detikedu pada Direktur PKN STAN, Rahmadi Murwonto, hal ini telah melalui banyak pertimbangan salah satu yang paling mencolok, yaitu sudah terlalu banyak sumber daya manusia yang dihasilkan, sementara saat ini teknologi sudah semakin maju, posisi manusia sudah semakin tergeser dengan teknologi sehingga perlu diadakannya penyesuaian agar tidak sampai terjadi lagi kurang terpakainya sumber daya manusia yang dihasilkan akibat dari berlebihnya kuota yang diberikan, seperti pada pembuatan NPWP yang sudah otomatis, tidak perlu lagi membutuhkan banyak tenaga kerja. Namun, di lain pihak, Kementrian Keuangan, lembaga daerah, dan pemda membutuhkan lebih banyak bantuan tenaga dari PKN STAN. Permintaan ini yang sebelumnya mengatasi kelebihan tenaga kerja di berbagai tempat. Meskipun begitu, setelah di evaluasi, lulusan Diploma 1 dianggap tidak cukup untuk terus bersaing dalam pengelolaan keuangan. Untuk itu, Diploma 1 kemudian digantikan dengan Diploma 4 yang diharapkan dapat menghasilkan tenaga terampil dan ahli.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa fokus sumber daya manusia yang akan dihasilkan PKN STAN bukan lagi sebagai tenaga teknis, melainkan level-level di atasnya yang berperan sebagai pelaksana, yakni mereka dituntut untuk menguasai lebih banyak keilmuan. Pengetahuan mereka harus komprehensif.

Ditambah lagi sejak dahulu, banyak dari mahasiswa yang tidak puas dengan penempatan yang diberikan, banyak yang menargetkan untuk bekerja di Direktorat Jenderal Pajak atau Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sementara kebutuhan tenaga kerja tidak hanya terpusat di sana. Penyederhanaan jurusan dan kuota ini nantinya juga diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang bijak dan mengabdi dengan tulus pada negara. (ALZ/SYA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *