DEMI KENYAMANAN PEJALAN KAKI, GEDUNG DI SUDIRMAN-THAMRIN TIDAK MENGGUNAKAN PAGAR BESI

Kini, wajah koridor Jalan M.H. Thamrin Jakarta berubah drastis. Setelah MRT mulai beroperasi, Pemprov DKI Jakarta membenahi trotoar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin agar memberikan kenyamanan untuk digunakan pejalan kaki ketika ingin menuju stasiun bawah tanah. Trotoar di koridor Jalan Sudirman tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga keindahan atau estetika yang sangat memanjakan para pejalan kaki. Trotoar yang dibuat lebih lebar dan tidak ada lagi pedagang kaki lima ataupun ojek online yang nongkrong di sekitar trotoar.

Meskipun sudah terlihat indah dan nyaman, masih ada beberapa hal yang kurang dan perlu dibenahi. Salah satunya adalah banyaknya gedung di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang menggunakan pagar besi. Hal tersebut menyebabkan adanya batas dan jarak dengan masyarakat yang menggunakan trotoar dan dianggap kurang humanis. Adanya pagar besi juga dirasa merusak estetika.

Program meniadakan pagar besi untuk gedung di koridor Sudirman-Thamrin  adalah wacana lama yang tidak kunjung terealisasi. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sejak lama meminta kepada pemilik gedung agar bersedia merobohkan pagar besi yang menjadi batasan pejalan kaki. Tujuan dari wacana tersebut adalah untuk memperluas keleluasaan dan kenyamanan pejalan kaki karena adanya tambahan ruang terbuka antara trotoar dengan halaman gedung.

Banyak dari gedung-gedung tersebut yang tidak bersedia karena alasan keamanan. Dengan begitu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa ia akan menjamin sistem keamanan gedung agar pemilik gedung bersedia untuk merobohkan pagar besinya. Selain itu, kenyamanan dan kebersihan lingkungan juga akan dijamin oleh Pemprov DKI Jakarta. Tentunya, dalam pelaksanaan program tersebut membutuhkan biaya operasional yang lebih banyak karena untuk menjaga operasional gedung dibutuhkan Satpol PP yang berjaga secara bergantian. Terutama untuk gedung kedutaan besar negara asing.

Sumber foto: beritasatu.com

Dengan merobohkan pagar besi menjadi trotoar akan menciptakan ruang publik yang tentunya lebih nyaman digunakan. Fungsi trotoar di sana yang sebelumnya hanya menjadi tempat masyarakat berjalan kaki untuk berpindah gedung, akan berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kedepannya, desain penataan trotoar Jalan Sudirman-Thamrin akan dilengkapi dengan Walk of Fame atlet-atlet yang telah berhasil mendapatkan prestasi untuk Indonesia. (SAF/KAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *