Langya: Virus Baru yang Kembali Ditemukan di Cina, Berbahayakah?

Virus baru kini ditemukan kembali di Cina, padahal virus COVID-19 yang sekarang ini sedang melanda di dunia masih belum usai. Lalu, apakah virus Langya ini berbahaya?

Merangkum dari The Conversation, virus Langya terkait dengan virus Hendra dan Nipah yang menyebabkan penyakit pada manusia. Namun, banyak yang tidak kita ketahui tentang virus baru yang dikenal sebagai LayV ini dan apakah virus ini dapat menyebar dari manusia ke manusia?

Para peneliti juga telah menemukan virus ini sebanyak 35 kasus orang yang terinfeksi  di Cina Selatan tepatnya virus Langya berasal dari provinsi Shandong dan Henan. Virus Langya sendiri merupakan virus zoonosis, virus yang ditularkan hewan ke manusia. Dari penelitian yang dilakukan, kemungkinan asal virus Langya ditularkan dari hewan pengerat tikus.

Jika terinfeksi, pengidapnya dapat mengalami gejala, seperti gangguan pada fungsi hati dan ginjal. Tak hanya itu, untuk gejala ringan yang dialami oleh orang yang terinfeksi, yaitu demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, dan mual.

Sumber foto: Detik.com

Menurut Dicky Budiman, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia menyoroti bahwa virus Langya berpotensi berbahaya, seperti penyakit zoonotik lainnya. Terlebih, virus ini satu keluarga dengan virus Nipah yang memiliki angka kematian tinggi hingga 70 persen.

Selain itu, pendapat lain dari seorang Profesor di Program Penyakit Menular yang Muncul di Duke-NUS Medical School, yaitu Wang Linfa, mengatakan bahwa kasus Langya henipavirus sejauh ini tidak berakibat fatal atau sangat serius sehingga tidak perlu panik. Menurutnya, ini masih perlu diwaspadai karena banyak virus yang ada di alam memiliki hasil yang tidak terduga ketika menginfeksi manusia.

Dan juga belum ada pengelompokan spasial dan temporal yang signifikan dari Langya Henipavirus ini. Artinya, bahwa penularan virus dari manusia ke manusia belum terbukti, meskipun laporan sebelumnya menunjukkan bahwa virus tersebut dapat ditularkan dari orang ke orang.

Hingga saat ini, belum ada vaksin virus Langya maupun Henipavirus untuk melindungi orang yang terinfeksi maupun untuk penjagaan agar tidak terinfeksi. Satu-satunya pengobatan bagi pasien yang terinfeksi adalah perawatan suportif untuk menyembuhkan gejala komplikasi yang ada. (DVY/SYA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *