Memasuki Penghentian Siaran TV Analog Tahap Kedua. Yuk, Simak Langkah-Langkah Peralihan TV Analog ke Digital!

Televisi merupakan sebuah alat komunikasi yang sudah ada di Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1962 dan semakin berkembangnya zaman maka semakin bagus pula teknologi yang dimiliki oleh sebuah televisi. Dari yang awalnya televisi hanya mampu menampilkan gambar hitam putih sampai dengan saat ini sudah dengan warna dan kualitas gambar yang sangat bagus.

Namun, belakangan ini pemerintah Indonesia, yaitu dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo telah mengumumkan bahwa siaran televisi analog akan dihentikan di beberapa wilayah atau yang disebut dengan penghentian siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) nasional. Penggantian dari TV analog ke TV digital ini diklaim dapat memberikan manfaat, yaitu siaran tv dapat memiliki gambar yang lebih bersih dan suara yang lebih jernih tanpa menggunakan parabola, TV berbayar, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah jadwal dari tahapan ASO yang sedang diterapkan oleh kementerian Kominfo dirujuk dari situs siarandigital.kominfo.go.id:

  1. ASO tahap 1: 30 April 2022
  2. ASO tahap 2: 25 Agustus 2022
  3. ASO tahap 3: 2 November 2022

Bila dilihat di jadwal tersebut, ASO telah dilaksanakan sejak bulan April lalu dan di tanggal 25 Agustus kemarin merupakan jadwal berlangsungnya tahap dua siaran TV analog dihentikan di sejumlah wilayah Indonesia. Kementerian Kominfo menegaskan bahwa target penyelesaian ASO adalah di tanggal 2 bulan November mendatang sebagaimana telah diamanatkan oleh pasal 60A Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, sebagaimana disampaikan pada acara Diskusi Publik Virtual pada 19 Agustus 2022 lalu, kesiapan wilayah ASO saat ini sedang dipusatkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Itu tentang penyelenggaraan ASO yang merupakan penghentian siaran TV analog di Indonesia. Lalu, bagaimana cara memasang dan mengoperasikan televisi digital di rumah?

TV digital bisa diakses secara gratis melalui layanan Free to Air (FTA). Bedanya dengan TV analog, kualitas gambarnya lebih bersih serta suara yang dihasilkan lebih jernih.

Sumber foto: tribunnews.com

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan, masyarakat tidak harus membeli TV baru untuk dapat menikmati siaran TV digital. Bagi masyarakat yang TV-nya hanya bisa menerima siaran TV Analog, misalnya TV tabung, hanya perlu menambah alat, yaitu Set Top Box (STB).

Jika sudah menggunakan televisi digital, pengguna tidak memerlukan STB meski tetap harus menggunakan antena khusus siaran digital. Baik STB maupun antena khusus saluran digital dapat dibeli di toko elektronik dan marketplace online.

  1. Untuk bisa menonton siaran televisi digital, pertama pastikan di daerah Anda sudah terdapat siaran televisi digital.
  2. Kedua, siapkan antena rumah biasa, yaitu antena UHF baik berupa antena luar rumah (outdoor) atau antena dalam rumah (indoor) yang juga biasa digunakan untuk menangkap siaran televisi analog.
  3. Ketiga, pastikan bahwa televisi sudah dilengkapi dengan penerima siaran televisi digital DVBT2.
  4. Jika televisi hanya bisa menerima siaran televisi analog, maka Anda perlu memasang dekoder set top box (STB). Set Top Box akan membantu sinyal televisi digital yang ditangkap oleh antena untuk dapat ditampilkan meski televisi Anda adalah televisi untuk siaran analog.
  5. Setelah itu, nyalakan TV dan dekoder/STB lalu pilih opsi pengaturan/setting.
  6. Kemudian pilih auto scan untuk memindai program-program siaran TV Digital di sekitar Anda.
  7. Untuk dekoder/STB tipe tertentu, masukkan kode pos untuk pengaktifan sistem peringatan dini kebencanaan (Early Warning System/EWS).

Cukup mudah bukan? Semoga dengan dialihkannya siaran analog ke digital mampu membuat sebuah perubahan positif bagi teknologi di Indonesia. (MNR/AIV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *