Pembunuhan Brigadir J Menimbulkan Luka Bagi Keluarga dan Masyarakat, Apa Imbasnya?

Seperti yang diketahui, pembunuhan Brigadir Yosua yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo, benar-benar membuat luka bagi keluarga korban dan masyarakat seluruh Indonesia. Bagaimana tidak? Rencana pembunuhan disusun dengan skenario yang sangat rapih. Sambo seolah-olah tidak tahu-menahu masalah pembunuhan ini, padahal beliau sendiri yang menjadi otak atas tragedi ini. Dimulai ketika Sambo memerintahkan Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf untuk ‘mengeksekusi’ Brigadir J pada 8 Juli 2022, di rumah dinasnya.

Ibu dari Brigadir J sangat tidak menyangka bahwa anaknya mati dibunuh oleh atasannya sendiri. Pasalnya, hubungan antara Irjen Ferdy Sambo dengan Brigadir J sangat baik. Perlu digarisbawahi bahwa Brigadir J merupakan ajudan dari Irjen Ferdy Sambo dan menjadi tangan kanan di keluarga Sambo. Kabar pembunuhan ini membuat ibu dari Brigadir J menurun kesehatannya. Setelah tragedi ini terjadi, Ibu dari Brigadir J mengungkap bahwa dirinya pernah diundang oleh Sambo untuk datang ke Jakarta. Akan tetapi, pihak keluarga menolak mentah-mentah undangan ini.

Sumber foto: liputan6.com

Pembunuhan yang dilakukan oleh polisi dan korbannya pun juga polisi ini, menjadi perilaku yang mengecewakan bagi masyarakat Indonesia. Karena masyarakat menganggap perbuatan Sambo ini sangat tidak pantas dengan ajudannya. Apalagi, Sambo sampai membuat skenario dengan tujuan agar dirinya terkesan tidak ikut terlibat dalam kasus ini. Setiap perbuatan yang dilakukan pasti akan selalu ada imbasnya. Imbas dari perbuatan Sambo ini adalah berupa sanksi Kepolisian dan sanksi sosial yang diberikan oleh masyarakat. Akibat tragedi ini, sebanyak 24 Polri yang ikut menjadi tersangka dalam kasus ini resmi dimutasi dari jabatannya.

Keputusan yang dibuat oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dinilai belum setimpal dengan apa yang telah diperbuat. Adapun, sanksi sosial pasti akan diberikan oleh masyarakat Indonesia dan diketahui pula dari hasil survey yang diberikan, kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian menurun drastis. Karena masyarakat Indonesia menganggap bahwa Polri adalah lembaga yang seharusnya mampu menjadi contoh yang baik, agar masyarakat pun dapat meniru. Akan tetapi, dari perilaku Sambo dan beberapa anggota Kepolisian lainnya, benar-benar membuat masyarakat memiliki trust issue kepada Polri. (ACP/VAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *