Tergiur Bekerja di Luar Negeri, Puluhan WNI Disekap di Kamboja

Bekerja di luar negeri memang menjadi suatu hal menyenangkan bagi sebagian orang. Selain bisa berkunjung dan menikmati fasilitas di negara yang mereka kunjungi, gaji yang besar juga membuat tawaran tersebut semakin menarik. Akan tetapi, harus kita pahami, hal tersebut penuh dengan risiko. Bukan hanya jauh dari keluarga, terkadang lowongan pekerjaan yang ditawarkan merupakan sebuah penipuan. Parahnya, hal seperti ini sering kali terjadi dan masih belum bisa teratasi.

Hal serupa dirasakan puluhan warga negara Indonesia yang tergiur untuk bekerja di Kamboja. Dikutip dari kompas.com, sebanyak 60 warga negara Indonesia berhasil dievakuasi oleh kepolisian Kamboja. Sebelumnya, mereka diketahui mendapat paksaan untuk bekerja di sebuah perusahaan investasi bodong. Mereka juga tidak diizinkan untuk pulang ke Indonesia. Beberapa sumber juga mengatakan mereka mendapatkan intimidasi dan hal tidak menyenangkan lainnya.

Pada awalnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menerima laporan dari para korban pada tanggal 18 Juli 2022. Lalu setelahnya, KBRI bekerja sama dengan kepolisian Kamboja untuk menelisik kasus ini dan mengamankan para korban. Sebanyak 60  korban berhasil diselamatkan pada tanggal 29 Juli 2022. Rencananya mereka akan segera dipulangkan ke Indonesia. Kepolisian Kamboja masih terus menelusuri dalang dari kasus ini.

Tenaga kerja ini diduga masuk ke negara Kamboja melalui jalur  nonprosedural. Menanggapi hal tersebut, Bambang Soesatyo, ketua MPR RI, menyatakan pendapatnya. “Saya meminta Pemerintah Indonesia segera memulangkan 60 WNI yang menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan yang diduga disekap di Sihanoukville, Kamboja dan menelusuri adanya dugaan mafia rekrutmen pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural untuk bekerja di perusahaan investasi maupun teknologi informasi di Kamboja,”

Sumber foto: bfi.co.id

Para korban ini diduga kuat mendapatkan informasi lowongan kerja tersebut melalui media sosial. Mereka ditawari pekerjaan dengan dalih sebagai call center, operator, dan staf bagian keuangan. Kenyataannya, setelah mereka di kirim ke Kamboja oleh perekrut, mereka dipekerjakan sebagai cyber scammer oleh perusahaan milik warga Tiongkok. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal.

Berdasarkan data, warga negara Indonesia yang mendapatkan penipuan lowongan pekerjaan di negara Kamboja jumlahnya meningkat dari tahun lalu. Pada tahun 2021, jumlah korban penipuan ini ada sebanyak 119 orang. Semua orang tersebut berhasil dipulangkan ke Indonesia. Pada tahun berikutnya, jumlahnya meningkat drastis menjadi 291 orang. Ironisnya, baru sebanyak 133 orang yang berhasil dipulangkan ke Indonesia, sedangkan 168 orang lainnya masih dalam proses. Data ini tentunya mengisyaratkan kepada kita untuk lebih bijak dalam mencari lowongan pekerjaan. (YI/SEL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *