Ratusan Warga Rusia Pilih Kabur untuk Menghindari Wajib Militer

Foto: Liputan6

Peliknya konflik panjang antara Rusia dan Ukraina membuat Presiden Rusia, yakni Vladimir Putin, memutuskan untuk merekrut tentara dari kalangan warga sipil. Pasca Putin mengumumkan mobilisasi setelah pasukan Rusia menghadapi serangan balasan di Ukraina timur dan selatan, Putin memerintahkan warga negara laki-lakinya untuk melaksanakan wajib militer.

Perintah aturan wajib militer tersebut berlaku bagi pria berusia 18-27 tahun. Mereka diwajibkan untuk melakukan dinas militer selama satu tahun. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, warga yang bekerja di bidang teknologi tinggi, komunikasi, atau keuangan akan dibebaskan dari tugas tersebut.

Aturan ini diberlakukan menyusul kabar jika saat ini militer Rusia mulai melemah, lantaran kurangnya personel serta mulai meredupnya semangat bertempur tentara Rusia. Menurutnya, situasi saat ini banyak membutuhkan tenaga tambahan guna memenangkan perang. Diberitahukan juga kepada warga yang melaksanakan wajib militer, bahwa peserta wajib militer akan memiliki status setara dengan tentara profesional dan akan dibayar sama.

Foto: Kumparan

Adapun bagi warga Rusia yang berani menolak wajib militer, desersi dari militer, melanggar atau menolak perintah wajib militer, akan dihukum hingga 15 tahun penjara. Namun, setelah perintah wajib militer tersebut turun, ratusan ribu warga Rusia meninggalkan tanah air mereka guna menghindari perintah wajib militer tersebut. Warga laki-laki Rusia berebut kabur karena takut direkrut untuk berperang melawan Ukraina. Mereka berbondong-bondong menyebrang ke negara-negara tetangga karena tidak mau dipaksa untuk berperang. Fenomena kabur tersebut terlihat di dua jalur, yakni jalur darat dan juga udara.

Lusinan penerbangan dengan tiket yang dijual dengan harga setinggi langit terlihat dari Rusia membawa ribuan pria dalam penerbangan internasional menuju negara-negara yang tidak memerlukan visa bagi warga yang ingin berkunjung. Adapun negara-negara tersebut, seperti Turki, Armenia, Azerbaijan, dan Serbia.

Sementara itu, warga lainnya yang tetap bertahan di tanah air, mereka melakukan aksi turun ke jalan dan menggelar demonstrasi menolak wamil di berbagai titik di Rusia. Lebih dari 1.000 warga ditangkap dalam demo ini. (HZ/SYA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *