3RD EMW WINNER : Buku adalah hidupku

Oleh David Fernando Purba

“Aku rasa ,televisi itu sangat

Mendidik.begitu seseorang

Menyalakanya ,aku pergi ke

Perpustakaan dan membaca buku

    Kertas papirus
yang berisi tulisan yang digulung dan gulungan tersebut merupakan bentuk buku
yang pertama di inggris.

Seiring dengan perkembagan dalam
bidang informatika kini dikenal pula istilah e-book atau buku -e (buku
elektronik) ,yang mengandalkan komputer dan internet.

Dan juga kita perlu tahu bahwa buku secara fisik akan jauh
lebih menawan dan bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya ,dibandingkan
membaca via internet ,tentunya bukan cara yang baik untuk menjaga kesehatan
mata kita.

    Pada era
perkembangan yang amat canggih dewasa ini, dimana kemajuan peradaban berpikir
juga semakin tinggi.terdapat terdapat berbagai sarana untuk mendokumentasikan
informasi ,namun tidak dapat kita pungkiri bahwa buku adalah dokumen sederhana
dan yang paling familiar bagiku.

    Bila kita hidup
tanpa buku ,tentu sejarah diam, sastra bungkam, sains lumpuh, dan pemikiran
macet. buku merupakan jendela dunia .

“Mercusuar yang dipancangkan
di samudra waktu.” Begitu kata Barbara Tuchman.

            Bagiku buku adalah tempat dimana
menyimpan sesuatu baik itu berupa perkataan, perbuatan atau pengetahuan untuk
membantu daya ingat maupun menjadi pesan yang dapat dibaca atau diteruskan ke
generasi berikutnya.

            “Senjata” buku juga aku
jadikan sebagai gudang senjata untuk menggapai impian di masa depan. Dengan
adanya buku saya semakin mengerti segala persolan yang terjadi di masa lalu
baik itu politik ,ekonomi, sosial dan budaya. Dari situ aku mulai beranjak
untuk memperbaiki kehidupan yang lebih nyata.

            Buku bagiku sebuah sumur dalam. Dimana memerlukan
tenaga atau energi yang besar jika ingin mengambil air yang ada di dalamnya. Karena
tidak mudah untuk memabaca sebuah buku, diperlukan suatu ketekunan untuk
mempelajari serta membacanya.agar kita memperoleh hasil yang optimal,karena ada
kalanya kita menghadapi kejenuhan yang luar biasa yang tak terduga. Disinilah
diperlukan suatu kesabaran yang tinggi untuk selalu menuntaskan rasa jenuh
tadi.

    “Bacalah 10
buku ,maka kita tiba-tiba merasa sok tahu dan merasa paling pintar.

Bacalah 50 buku ,maka sok tahu-nya akan mulai berkurang
,meski tetap merasa lebih pintar.

Bacalah 100 buku ,maka sok tahu-nya akan mulai berkurang
,pun merasa pintarnya.

Bacalah 500 buku ,maka kita akan menghela nafas
panjang,ternyata semakin banyak saja yang tidak kita tahu ,semakin belum ada
apa-apanya ….

Bacalah 1000 buku ,dstnya. _Darwis Tere Liye_

 Semakin banyak buku yang kita baca, maka
semakin banyak saja yang kita tidak tahu.

     Buku merupakan
tempat dimana pahlawan-pahlawan bangsa menggoreskan tinta emas di sebuah kertas
papirus yang didalamnya terdapat misteri-misteri yang tersembunyi, melalui
tulisan itu masyarakat mengetahui bagaimana sebenarnya perjuangan para tokoh
indonesia dalam mempertahankan tanah air indonesia.

Hanya dari tulisan itu kita dapat
membayangkan sosok-sosok manusia yang tangguh berwibawa serta cerdik,dan dapat
dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.nah disinilah buku
memiliki peranan yang sangati penting untuk mencatat suatu peristiwa yang tidak
dapat terulang kembali.

Setiap bangsa pasti memiliki
sejarah tersendiri, tetapi hanya sebagian kecil dari seluruh bangsa di dunia
ini yang mengerti dan memahami sejarahnya, ini dikarenakan kurangnya minat
masyarakat untuk membaca buku.

            Peristiwa-peristiwa atau kejadian yang
dialami oleh suatu masyarakat atau suatu bangsa di masa lampau mememerupakan
pengalaman sejarah yang sangat penting dan berharga bagi bangsa tersebut.

            Sejarah memiliki arti yang sangat
penting dalam kehidupan sebuah bangsa,karena peristiwa yang telah terjadi di
masa lampau dari sebuah bangsa itu akan menjadi sebuah pedoman atau menjadi
pegangan hidup bagi bangsa tersebut di masa sekarang dan di masa depan.

            Dari buku tersebut sesungguhnya akan
membantu imajinasi kolektif yang menciptakan kehendak dengan upaya
mempertahankan kedaulatan sebuah negara yang disebut sebagai nasionalisme.

            Selanjutnya,
cara memupuk dan membangkitkan rasa nasionalisme kita untuk membela bangsa Indonesia,
antara lain dengan banyak membaca buku-buku tentang kejayaan kerajaan bangsa Indonesia.
seperti serial Gajah Mada, Ken Arok, Teuku Umar, Cut Nyak Dien ,Imam Bonjol, Pangeran
Diponegoro, Hasanuddin, dan yang lainnya yang mungkin bisa membagkitkan kembali
kebanggan kita sebagai warga negara indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibom
marsbahis