Dapatkah Sri Mulyani Kembali Stabilkan Ekonomi Indonesia? Padahal….

sumber gambar : Google.com
Sri
Mulyani Indrawati (SMI) yang telah diamanahkan kembali sebagai Menteri Keuangan
di Kabinet Indonesia Bersatu
ini, telah menjadi sorotan dalam negeri maupun luar negeri. Banyak pengamat
ekonomi Indonesia yang berspekulasi dengan diangkatnya Sri mulyani menjadi
Menteri Keuangan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia setelah melihat
kesuksesannya menjadi menteri di era Susilo Bambang
Yudhoyono dan menduduki posisi strategis di Bank Dunia.

Namun, dalam
perjalanan sebagai MenKeu di era SBY Ada beberapa catatan yang perlu digaris
bawahi SMI. Yang pertama ketika Sri memutuskan remunerasi untuk reformasi
birokrasi. Ada banyak kasus yang ditimbulkan contohnya Kasus Gayus Tambunan,
suap SKK Migas, KKN di lapas dan lain-lain adalah bukti bahwa reformasi
birokrasi yang dimulai di DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dan Bea Cukai tidak
banyak memberi hasil.

Kedua,
pada awal pemerintahan SBY siklus ekonomi dunia membaik, perekonomian pun
terangkat. Ekonomi Indonesia seperti itu terjadi saat Sri menjadi kepala
Bappenas, Boediono sebagai menteri koordinator perekonomian dan Jusuf Anwar
sebagai menteri keuangan, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cepat,
tetapi tidak berkualitas.
Ketiga,
bunga obligasi meningkat sehingga membebani APBN. Keempat, Indonesia di era SBY
telah gagal mendiversifikasikan sumber-sumber pertumbuhan. Yang kelima adalah
kasus Bank Century.

Kemampuan
SMI telah teruji pada saat memimpin Kementrian Keuangan, dan mampu menuntun
perekonomian Indonesia terhindar dari dampak krisis finansial 2008. Hal ini
membuat SMI dipuji oleh founder
lembaga konsultasi internasional Castle
Asia
, James Castle. Dengan
demikian keuntungan bagi SMI yaitu dalam pertumbuhan dari sektor keuangan dan
jasa keuangan yang kemungkinan sedikit melenceng ke sektor non-keuangan. Namun
dana yang masuk adalah dana jangka pendek Sehingga, selain menjadi sumber
risiko instabilitas, hal ini bisa semakin memperlebar kesenjangan baik antar
penduduk maupun antar sector.
Lalu,
dengan “catatan” tersebut dapatkah Sri Muyani Indrawati menjanjikan
perekonomian Indonesia dapat stabil kembali?

“Ketika
SMI menjadi Menkeu, siklus perekonomian Indonesia memang sedang naik. Salah
satu faktornya adalah naiknya kepercayaan dan ekspektasi pasar terhadap
Presiden SBY,” ungkap Dradjad. (kutipan dari gosumbar.com).(fz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibom
betcio