Resensi Buku : MAGNUS CHASE and the GODS of ASGARD: THE SWORD OF SUMMER

Penulis buku                : Rick
Riordan
Penerbit                       : Mizan
Fantasi (terjemahan dari terbitan Disney-Hyperion)
Tahun terbit                 : 2015
Jumlah Halaman          : 623 halaman
Genre                          :
Fiksi, Fantasi, dan Middle Age Books
Resensi oleh Tsalitsa Aeni Khaya

Bagi penggemar Percy Jackson
pasti tidak asing lagi mendengar nama Rick Riordan, ya dia adalah penulis buku
yang menceritakan seorang anak setengah dewa atau demigod. Kali ini Rick
Riordan kembali hadir dengan buku demigodnya yang berlatang belakang Dewa-Dewi
Asgard. Dunia Asgard sendiri merupakan asal usul dunia bagi Dewa Odin, Dewa
Thor, Dewa Loki dan Dewa Dewi Aesir lainnya. Kita pasti sudah tidak asing lagi
ketika mendengar nama Dewa Thor karena salah satu studio komik mengadaptasi
Dewa tersebut menjadi salah satu superhero di dalam komiknya. Akan tetapi
Riordan membawa Asgard ke arah adaptasi yang berbeda, seperti yang kita ketahui
dalam buku-buku Riordan selalu membawa suasana jenaka, humor dan penuh
petualangan. Buku ini merupakan buku ber-seri, The Sword of Summer merupakan
buku pertama bagi petualangan Magnus Chase.
Buku ini menceritakan tentang
Magnus Chase, remaja laki-laki berumur 16 tahun yang harus menjadi gelandangan
setelah ibunya meninggal serta berpindah-pindah tempat bersama kedua temannya
yaitu Blitz dan Hearth. Dalam perjalanannya Magnus menemukan fakta bahwa
dirinya adalah anak dari salah satu Dewa, alasan inilah yang membuat Magnus
menyadari bahwa ia tidak pernah
mengenal ataupun bertemu ayahnya seumur hidupnya. Setelah mengetahui siapa
dirinya, Magnus terjebak dalam situasi harus melawan raksasa api hingga
akhirnya Magnus memasuki Hotel Valhalla setelah ditolong oleh seorang Valkyrie
bernama Sam. Hotel Valhalla bukanlah sembarang Hotel, namun Hotel yang luar
biasa luasnya, memiliki banyak penghuni, serta penghuninya akan menjadi
pengabdi Dewa Odin. Hotel Valhalla merupakan awal perjalanan bagi Magnus hingga
akhirnya Magnus harus menyelesaikan misi pencarian Pedang Musim Panas. Pedang
Musim Panas merupakan pedang yang tajam dari seluruh pedang di sembilan dunia
mana pun, kekuatannya akan memicu kiamat bagi Dewa-Dewi Asgard yaitu Kiamat
Ragnarok. Magnus pun bergegas melakukan pencarian Pedang Musim Panas dengan
dibantu ketiga temannya, yaitu Blitz, Hearth dan Sam. Perjalanan Magnus dalam
mencari pedang pun tidaklah mudah, bertubi-tubi ujian dan pertarungan harus
Magnus hadapi bersama ketiga temannya. Dalam perjalanannya sendiri, Magnus menghadapi musuh-musuh yang tidak ia
duga, serta ia pun mengetahui
siapa yang membunuh ibunya.
Secara keseluruhan buku ini
termasuk memiliki humor dan komedi yang cukup banyak, ukuran humor dan
komedinya pun cukup pas bagi pembaca remaja. Penulisan buku ini mudah
dimengerti, petualangannya pun sangat detail dan pembaca dapat membaca dengan
santai. Akan tetapi petualangan yang beruntun membuat pembaca harus bersabar
untuk mengikuti satu persatu petualangan Magnus, namun secara keseluruhan buku
ini cukup menghibur pembaca. Buku pertama ini sendiri pantas untuk diberikan 4
dari 5 bintang, Rick Riordan sudah cukup apik dalam mengemas dunia fantasi
Asgard ke arah yang lebih jenaka, memiliki nilai-nilai petualangan
menyenangkan, dan cocok bagi pembaca buku remaja atau young adult seperti
mahasiswa umumnya. (tak)
 
Tsalitsa Aeni Khaya 
Ekonomi dan Administrasi 2013
Universitas Negeri Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *