Revisi UU ITE Himbau Masyarakat Lebih Hati-Hati

Sumber: Google
Dewasa ini, masyarakat dituntut
untuk semakin kritis dalam menggunakan media sosial. Penyebaran info sangatlah
cepat, sehingga mudah saja bagi siapapun untuk menyebarkan hal yang tidak bisa
dipercaya kebenarannya untuk membuat geger masyarakat. Revisi Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mulai
berlaku pada Senin, 28 November 2016. Ada tujuh poin materi penting yang diubah
oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Pertama, adanya penambahan pasal
hak untuk dilupakan atau “the right to be forgotten”. Hak tersebut
ditambahkan pada Pasal 26. Intinya, tambahan pasal ini mengizinkan seseorang
untuk mengajukan penghapusan berita yang bersangkutan dengan informasi dirinya pada
masa lalu yang sudah selesai, tetapi diangkat kembali. Misal, si A terbukti
tidak bersalah di pengadilan, maka ia berhak mengajukan permintaan agar berita
pemberitaan tentang dirinya yang menjadi tersangka dihapus.
Kedua, penambahan ayat baru pada
Pasal 40. Intinya, pemerintah berhak menghapus dokumen elektronik yang terbukti
menyebarkan informasi melanggar undang-undang. Informasi yang dimaksud terkait
pornografi, SARA, terorisme, pencemaran nama baik, dan lainnya. Jika ada situs
berita resmi yang dianggap melanggar UU tersebut, penyelesaiannya akan
mengikuti mekanisme di Dewan Pers. Apabila situs yang menyediakan informasi
tersebut tak berbadan hukum dan tak terdaftar sebagai perusahaan media,
pemerintah bisa langsung memblokirnya. Ketiga, UU ITE yang baru mengikuti
putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan dokumen elektronik yang diperoleh
melalui penyadapan (intersepsi) tanpa seizin pengadilan tidak sah sebagai
bukti. Keempat, menyangkut pemotongan masa hukuman dan denda. Ancaman hukuman
penjara diturunkan dari paling lama 6 tahun menjadi 4 tahun.
Adanya revisi ini diharapkan bisa
memberikan perlindungan hukum yang bernafaskan keadilan bagi seluruh lapisan
masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. (ACM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibom
marsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahis