Tak Puas dengan Sikap Jokowi, BEM SI Unjuk Rasa pada 11 April

Sumber: Detik News (Koordinator Pusat BEM SI Kaharuddin)

Pada Senin, 11 April 2022, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Tujuan BEM SI melakukan unjuk rasa adalah untuk menagih kembali 18 tuntutan yang pernah dilayangkan selama dua kali aksi, tetapi belum juga terealisasi oleh Presiden Jokowi.

“Pada aksi 28 Maret, ada waktu 14 hari yang kami berikan kepada presiden untuk menjawab enam tuntutan yang diberikan dan juga sebagai jawaban aksi pada tanggal 21 Oktober 2021 ada 12 tuntutan yang BEM SI berikan. Jadi, ada 18 tuntutan yang sampai hari ini belum terpenuhi,” ujar Kaharuddin selaku Koordinator Pusat BEM SI.

Dilansir dari CNN Indonesia, 18 tuntutan tersebut berasal dari 6 tuntutan aksi pada tanggal 28 Maret 2022 ditambah 12 tuntutan berasal dari aksi pada 21 Oktober 2021. Adapun tuntutan lain, yaitu stabilitas harga kebutuhan pokok, jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat, dan tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Tidak hanya itu, BEM SI juga mengajak aliansi mahasiswa serta BEM seluruh universitas dengan himpunan mahasiswa jurusan untuk bergabung dalam unjuk rasa pada Senin, 11 April 2022. BEM SI menargetkan seribu mahasiswa dan merencanakan 18 universitas untuk berunjuk rasa di lingkungan Istana Kepresidenan. Universitas tersebut terdiri atas mahasiswa UNJ, PNJ, IT-PLN, STIE SEBI, Undip, UNS, UNY, Unsoed, SSG, STIEPER, STIE Dharma Agung, STIS Al Wafa, IAI Tazkia, AKA Bogor, UNRI, Unand, Unram, dan PPNP. Lalu, untuk mahasiswa di daerah lain juga diminta untuk melakukan aksi serentak di daerah masing-masing antara 28 Maret sampai dengan 11 April 2022.

“Ini adalah murni gerakan mahasiswa, tidak ada yang menunggangi,” ucap Kaharuddin.

Dilansir dari VOI, BEM SI akan membentuk tim khusus saat pelaksanaan unjuk rasa yang bertujuan untuk mencegah aksi mereka ditunggangi oleh pihak lain. Hal tersebut merupakan langkah antisipasi BEM SI karena berkaca pada pengalaman sebelumnya selalu terjadi kericuhan sampai bentrok dengan petugas kepolisian sehingga tujuan utama menyampaikan aspirasi justru tidak terlaksana. (FKH/VAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *