Mpox atau cacar monyet yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan bukanlah sekadar penyakit kulit biasa, tetapi sudah menjadi perhatian global sejak lonjakan kasus baru di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada 14 Agustus 2024, World Health Organization (WHO) menyatakan Mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Pernyataan ini dilakukan setelah wabah virus di Republik Demokratik Kongo mulai menyebar ke negara tetangga. Status PHEIC ini adalah peringatan tertinggi dari WHO yang bertujuan untuk mempercepat penelitian dan tindakan kesehatan masyarakat global serta meningkatkan kerja sama internasional dalam penanggulangan penyakit ini. Melalui artikel ini, mari kita mengetahui dan mengenal lebih dalam fakta terkait Mpox.
Sumber: Gettyimages.com
Mpox adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV) dan termasuk dalam genus Orthopoxvirus. Kasus pertama Mpox pada manusia tercatat pada tahun 1970 di wilayah yang sekarang menjadi Republik Demokratik Kongo. Awalnya, Mpox dikenal dengan sebutan monkeypox, lalu pada 28 November 2022, WHO mengumumkan pergantian namanya menjadi Mpox karena menghindari rasisme dan stigmatisasi. Mpox dapat menular melalui kontak erat dengan penderita, baik melalui cairan tubuh maupun partikel pernapasan yang terinfeksi. Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi, seperti pakaian dan peralatan makan. Selain itu, karena Mpox adalah penyakit zoonosis, maka penularannya juga bisa melalui hewan ke manusia, terutama melalui gigitan dan goresan dari hewan yang terpapar Mpox.
Mpox dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala, seperti demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam atau lesi kulit. Ruam pada kasus Mpox dimulai dengan bintik-bintik merah seperti cacar, kemudian berkembang menjadi lepuh yang berisi cairan jernih, lalu lepuh berisi nanah. Setelah itu, lepuh tersebut membentuk keropeng sebelum akhirnya rontok. Gejala Mpox biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu dan bahkan dapat lebih parah pada anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Upaya seperti menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi dan menjaga kebersihan diri sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Mpox. Ditetapkannya Mpox sebagai darurat kesehatan global oleh WHO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan koordinasi internasional dalam menangani wabah ini. (AML/ND)
You may also like
-
Langkah Sederhana untuk Lingkungan Tanpa Polusi
-
WORLD CUP DREAMS ALIVE? Indonesia Jumps 5 Spots in FIFA Rankings!
-
Memaksimalkan Potensi Black Friday untuk UMKM: Strategi Jitu Meningkatkan Penjualan
-
Recharge Sebelum Tahun Baru: 5 Manfaat Self-Care yang Wajib Kamu Tahu
-
Mengelola Keuangan Pribadi di Era Digital: Tips Memanfaatkan Platform Keuangan Digital