Heboh Jual Beli Online Foto Selfie Memegang KTP

Masyarakat kembali dihebohkan dengan dugaan jual beli data pribadi melalui media sosial seperti Facebook oleh oknum tak bertanggung jawab. Belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan jutaan data BPJS kesehatan yang bocor, kali ini muncul kembali permasalahan serupa yang ramai diperbincangkan mengenai data penduduk yang diperjualbelikan berupa foto selfie dengan memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP). Isu kebocoran data penduduk memang selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung reda.
Di jagat Twitter, netizen ramai menanggapi cuitan dari akun @ismailfahmi yang membeberkan akun dengan username Wira Andara yang memposting foto selfie KTP sejumlah korban.
“Ngeri banget,” cuitnya seraya menyertakan bukti screenshot dari postingan akun tersebut. Postingan itu mendapatkan perhatian besar dan mengundang ribuan tanggapan netizen. Hingga saat ini postingan tersebut mendapat lebih dari 5,000 retweet.
“Izin bertanya. Apa untungnya orang itu membeli data diri kita?” komentar seorang netizen pada postingan tersebut.
“Dia bisa mengaku sebagai kamu untuk mengelabuhi orang tua, pacar, teman, sekolah, kantor kamu dan melakukan pemerasan, mengosongkan rekening kamu di Bank, membobol email kamu, dan membocorkan isinya, belanja dengan data kamu, lalu kamu cuma dapat tagihannya, bansos harusnya ke kamu, jadinya ke dia, dll,” saut seorang netizen lain untuk komentar tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang menelusuri dugaan mengenai isu tersebut. “Kominfo saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait informasi mengenai dugaan penjualan foto selfie KTP secara tidak sah yang beredar di media sosial,” jelas Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi (28/6/2021).

Sumber gambar : Tribunnews.com

Kominfo meminta seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk senantiasa mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kominfo akan mengambil langkah tegas, baik secara internal maupun dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Demi mengurangi terjadinya hal serupa yang tidak diinginkan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, mengimbau untuk seluruh masyarakat agar tidak sembarangan meninggalkan atau memberikan foto dan nomor KTP untuk sumber yang tidak terpercaya, karena hal tersebut bisa menjadi celah bagi pelaku untuk memperjualbelikan dan disalahgunakan. Diharapkan masyarakat bisa lebih berhati-hati dan waspada dalam memberikan data pribadi.

(ACA/TAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *