8,5 Juta Warga Telah Divaksin di Jakarta, Tersisa 4,8 Persen untuk Capai Target

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan pihaknya terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Jakarta. Hingga saat ini, kata Dwi, sudah sebanyak 8,5 juta warga yang telah divaksin COVID-19 di Jakarta.

capaian vaksinasi di Jakarta pun telah mencapai 95,2 persen dari target yang totalnya mencapai 8.941.211 orang. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menargetkan kini tersisa 4,8 persen warga yang belum melaksanakan vaksinasi tercatat dari sebelum 17 Agustus.

“Proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk vaksinasi program, total dosis 1 saat ini sebanyak 8.507.635 orang atau 95,2 persen dari target dan vaksinasi dosis 2 kini mencapai 3.532.646 orang atau 39,5 persen,” ujar Dwi di Jakarta, Senin (9/8/2021).

Dwi mengatakan, jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 136.445 orang dan dosis 2 sebanyak 116.682 orang. Capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, tutur dia, sudah mencapai 77,7 persen untuk dosis 1 dan dosis 2 sebanyak 7,2 persen. Sementara itu, warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 99,1 persen dan dosis 2 sebanyak 40 persen.

“Pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 83,2 persen dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 70,6 persen. Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 172.781 orang dan dosis 2 sebanyak 123.034 orang,” ungkap Dwi.

Sumber gambar: Katadata.id

Lebih lanjut, Dwi mengatakan Pemprov DKI Jakarta menyarankan, untuk melakukan vaksinasi, warga dapat langsung ke tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi. Dengan mendaftar secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online.

“Untuk menemukan tempat vaksinasi, warga juga mengeceknya melalui aplikasi Google Maps. Hanya dengan menuliskan ‘vaksin COVID-19’, warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih,” katanya.

Adapun kategori warga 18 tahun ke atas yang dapat divaksinasi di DKI Jakarta, yaitu warga ber-KTP DKI Jakarta, warga ber-KTP luar DKI Jakarta yang berdomisili di DKI Jakarta dengan membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT (tidak harus dari ketua RT), dan pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP luar DKI Jakarta dengan membawa keterangan dari tempat kerja.

“Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Seiring dengan menerapkan 3T, vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada masyarakat. Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian,” kata Dwi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengingatkan warga DKI Jakarta untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19 dan jangan ragu karena vaksin COVID-19 halal dan sehat.

“Jangan ragu karena vaksin tak ada efek samping, vaksin ini halal, vaksin ini sehat, vaksin ini meningkatkan kekebalan tubuh sehingga kita tidak mudah tertular,” ujar Riza di acara Gerakan Vaksinasi Pemuda Pancasila Provinsi DKI Jakarta, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (8/8/2021).

Dari data yang diperolehnya, kata Riza, hanya 2 persen lebih warga yang sudah divaksin telah kembali terpapar COVID-19. Sisanya, 90 persen lebih yang terpapar COVID-19 merupakan mereka yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19.

“Jadi kami minta seluruh warga Jakarta segerakan mendaftar untuk mendapatkan vaksin. Tak usah ragu, ini semua dalam pengawasan dan pengendalian para ahli, para dokter,” katanya. (ANA/NIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *