Sinar UV di RI mencapai Level Berbahaya, Ini Efeknya!

Sumber: cnnindonesia.com

Badan Meteorologi membagikan prediksi indeks ultraviolet sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV) yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Tingkat radiasi UV tertinggi terjadi pada siang hari di berbagai wilayah negara, yang diwakili oleh kode warna oranye, merah, dan ungu.

Sinar UV ada 3 jenis, yaitu UV-A, UV-B, dan UV-C. Perbedaannya, dibuat menurut panjang gelombang dengan UV-A yang terpanjang hingga UV-C yang terpendek. Sinar UV-C tidak mencapai tanah dan terperangkap di atmosfer, sedangkan UV-B dan UV-A dapat menembus atmosfer. Sinar UV-A pun dapat menembus lapisan terdalam kulit manusia (dermis), sedangkan sinar UV-B hanya mencapai lapisan kulit terluar (epidermis). Artinya, sinar UV-A lebih berbahaya daripada UV-B.

Badan Meteorologi Dunia mengatakan, kurangnya sinar matahari mempengaruhi suasana hati dan meningkatkan risiko kekurangan vitamin D. “Namun, jika menerima paparan sinar matahari berlebihan akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan,” tulis Badan Meteorologi Dunia, dan dikutip dari laman BMKG.

Sumber: kompas.com

Bahaya Sinar Ultraviolet:

  • Sebabkan Kanker Kulit

Mengutip dari laman American Cancer Society, sinar ultraviolet dari paparan sinar matahari bisa menyebabkan kanker kulit. Salah satu jenis kanker kulit yang cukup serius adalah melanoma, disebabkan oleh eksposur sinar matahari.

  • Sebabkan Kulit Terbakar

Bahaya lain dari sinar ultraviolet bagi kesehatan adalah sinar ultraviolet baik dari matahari maupun sumber buatan seperti tanning bed. Hal ini bisa menyebabkan kulit terbakar alias sunburn.

  • Penuaan Dini pada Kulit

Paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit dan tanda-tanda kerusakan akibat sinar matahari. Meliputi kulit keriput, kulit kasar, bintik hati, keratosis aktinik, dan elastosis matahari.

  • Masalah Mata

Sinar ultraviolet dapat menyebabkan masalah mata, seperti kornea atau bagian depan mata meradang atau bahkan terbakar. Selain itu, sinar ultraviolet dari paparan matahari bisa menyebabkan pembentukan katarak dan pengeruhan lensa pterygium (pertumbuhan jaringan pada permukaan mata) dan keduanya dapat mengganggu penglihatan.

  • Melemahkan Imun

Paparan sinar ultraviolet juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih sulit menangkis infeksi. Hal ini menyebabkan masalah seperti pengaktifan kembali herpes yang dipicu oleh paparan sinar matahari atau sumber sinar ultraviolet lainnya. Paparan ini juga bisa menyebabkan vaksin jadi kurang efektif.

BMKG merekomendasikan pada saat indeks UV sinar matahari tinggi, masyarakat harus memakai pengaman untuk menghindari kerusakan mata dan kulit, seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan pelembab tabir surya dengan SPF 30+ setiap 2 jam termasuk hari berawan, berenang atau berkeringat. Selain itu, masyarakat disarankan untuk menghabiskan waktu sesedikit mungkin di bawah sinar matahari antara pukul 10.00 dan 16.00. (ARL/AM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *