Rumah Belajar Senen

Pendidikan
merupakan senjata terkuat untuk dapat merubah dunia. Ya, kata-kata itulah yang
terucap dari bibir seorang pejuang persamaan dunia, Nelson Mandela. Tak dapat
dipungkiri, pendidikan memang menjadi salah satu senjata ampuh dalam
perubahan-perubahan yang terjadi di muka bumi. Sudah banyak contoh
peristiwa-peristiwa revolusi besar di dunia yang diawali dengan pendidikan. Hal
itulah yang menjadi penggerak para volunteer di Rumah Belajar Senen yang
terletak di Jl. Melati, Gg. Kaca Piring Senen – Jakarta Pusat.
Mulai berdiri
pada tahun 2004
di daerah Kwitang, rumah
belajar ini kerap kali
berpindah-pindah lokasi, dan
pada tahun 2007,
rumah belajar ini sempat vakum karena kekurangan
volunteer dan baru kembali hidup pada tahun 2009 lalu. Rumah Belajar Senen kini mulai menarik minat banyak tenaga
volunteer karena kegiatannya yang begitu bermanfaat dan membangun untuk
anak-anak disekitar daerah Senen. Hingga saat ini, Rumah Belajar Senen memiliki total
volunteer mencapai 20 orang, dan
total anak-anak yang menimba ilmu di Rumah Belajar Senen mencapai 80 anak.
Rumah Belajar
Senen terletak di daerah yang memiliki lingkungan terbilang keras, dan berpengaruh terhadap
kondisi anak-anak disana. Banyak dari mereka
berbicara atau berperilaku tidak sesuai dengan usia mereka saat ini. Hal-hal mendasar seperti
itu lah yang dicoba untuk dibenahi oleh para volunteer
Rumah Belajar Senen, dan
terbukti, pendidikan yang ditanamkan oleh para volunteer disana berhasil merubah etika
anak-anak di daerah tersebut.
Menurut Pritha,
Humas Rumah Belajar Senen, hal
yang paling sulit ketika menjadi seorang  volunteer disana adalah untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada para siswa-siswi yang datang ke Rumah
Belajar Senen. Banyak dari orang tua mereka yang membawa anaknya ke Rumah Belajar
Senen hanya untuk mendapatkan bingkisan ketika ada instansi yang memberikan
bantuan. Beruntung, banyak juga dari siswa-siswi disana yang sudah memiliki visi akan
pendidikan yang baik. Namun, hal-hal seperti ini lah yang dicoba oleh para volunteer untuk mengatasi
masalah yang ada disana, misalnya dengan cara memberikan penyuluhan akan pentingnya
pendidikan kepada orang tua siswa. Selain itu, Pritha berkata bahwa banyak
kegiatan outdoor yang dilakukan di Rumah Belajar Senen untuk mengembangkan visi
siswa-siswi akan pendidikan seperti kunjungan ke Perusahaan, Kunjungan ke
Museum atau mengadakan acara piknik di taman-taman
kota untuk membuka mindset siswa-siswi
bahwa ada dunia yang lebih luas dibandingkan
tempat mereka tinggal dan banyak dari mereka yang terpacu untuk mencapai
pendidikan dengan tingkat yang lebih tinggi agar dapat bekerja di Perusahaan.
Harapan Pritha, dimasa
depan, siswa-siswi yang berada di Rumah Belajar Senen semakin mengenal makna
pendidikan dan mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

So, Ecil, Siap tidak  mengikuti langkah para volunteer di Rumah
Belajar Senen untuk dapat merubah wajah pendidikan dan masa depan anak-anak
Indonesia?
Oleh : Auliadi Ahmad 
  

1 thought on “Rumah Belajar Senen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomVeritabanına bağlanırken hata oluştu: Too many connections
marsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahisVeritabanına bağlanırken hata oluştu: Too many connections