Indonesia Tidak Kreatif, Setuju?

           Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kreatif adalah “[1] memiliki
daya cipta
; memiliki kemampuan untuk menciptakan; [2] bersifat (mengandung)
daya cipta: pekerjaan yg [kreatif] menghendaki kecerdasan dan imajinasi;
ke•kre•a•tif•an n perihal kreatif.”
Sebuah
kebanggaan bila julukan kreatif kita dapatkan bukan?
Belakangan
ini kata kreatif sering disangkut pautkan dengan ekonomi kreatif. Mengingat
ekonomi kreatif adalah salah satu cara untuk bersaing di era MEA maka,
masyarakat Indonesia perlu mengasah kreatifitasnya. Namun, apakah Indonesia
kreatif ?
Perbandingan
seberapa kreatif kita, dibanding negara lainnya bisa dilihat pada peringkat GCI  (Global Creativity Index) tahun 2015.
Indonesia berada di posisi 115, dibawah Malaysia, Singapura, Filiphina,
Kamboja, Vietnam, dan Thailand.
Melupakan
sejenak fakta GCI 2015, kita perlu membangun pondasi baru yang mengandung
kreatifitas tinggi. Berada di papan bawah, tidak mengartikan bahwa Indonesia
tidak memiliki karya. Beberapa produk kreatif karya anak bangsa yang dipamerkan
pada Pekan Produk Kreatif Indonesia tahun 2015, adalah bukti nyata betapa
kreatifnya kita.

           Faktanya, Indonesia
juga memiliki beberapa produk kreatif yang telah laris dipasaran mancanegara.
Beberapa produk itu diantaranya :
1. Keripik Maicih
            Produk kuliner yang memodifikasi
rasa, sebagai daya jualnya. Rasa pedas yang bertingkat tingkat sesuai selera
pembeli. Pemasaran produk milik Reza Nurhilman ini, sudah merambah kancah
internasional seperti Singapura, Malaysia dan negara Asia lainnya.
2.
Go – Jek
            Memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, Go – Jek
berhasil merevolusi industri transportasi Ojek. Fitur yang ditawarkan Go – Jek
pun berbagai macam seperti pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja
dan berpergian di tengah kemacetan, dimana semua ide itu berawal dari Nadiem
Makarim.
3. Growbox
            Growbox adalah solusi bercocok tanam
yang terkendala oleh minimnya lahan. Kemasannya berbentuk kotak, dan terdapat
jamur sebagai budidaya utamanya. Pemasarannya telah mencapai, Indonesia,
Singapura, Inggris, Jerman, Hongkong, dan Italia.
Pernyataan “ Indonesia miskin kreatifitas “, patut
dijadikan cambukkan bagi kita penerus bangsa, agar tak terpuruk. Kita harus
bekerja sama, untuk memperlihatkan betapa kreatifnya bangsa ini. Kita adalah
tuan rumah dinegeri sendiri, ciptakan produk kreatif yang selalu memberikan
inovasi cemerlang. Dengan demikian, kita bisa bersaing dan membuka lapangan
pekerjaan seluas luasnya. Dan pada puncaknya, kita mampu mengubah status negeri
ini, dari berkembang menjadi MAJU. (Sekar Destilawati/Subdept Litbang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *