KADAL 132: Kereta Bawah Tanah Pertama di Indonesia!

Penduduk Indonesia setiap harinya terus bertambah. Hal ini membuat kebutuhan akan transportasi menjadi sebuah perhatian khusus bagi publik. Saat ini, kendaraan bisa dikategorikan sebagai kebutuhan primer bagi masyarakat yang memegang peran bagi seseorang untuk menjalankan rutinitasnya. Berasal dari latar belakang inilah yang membuat berbagai pihak gencar membuat suatu perencanaan bertema transportasi umum. Salah satunya adalah MRT yang dikelola oleh PT. Mass Rapid Transit Jakarta yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. MRT yang memiliki kepanjangan Mass Rapid Transit sangat diantisipasi oleh masyarakat dari jauh hari. Jadi, tidak heran melihat tingginya antusiasme masyarakat saat adanya uji coba MRT pada pertengahan Maret yang lalu.

MRT merupakan transportasi darat berbasis gerbong yang menggunakan rel dan listrik dalam beroperasinya. Hal yang membedakan MRT dengan seniornya yaitu KRL adalah perlintasan relnya yang menggunakan rel bawah tanah serta jumlah gerbongnya yang berjumlah 6 buah. Namun, tidak semua perlintasan MRT berada di bawah tanah, setidaknya terdapat 7 dari 13 stasiun yang menggunakan jenis perlintasan layang. Stasiun tersebut di antaranya Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan ASEAN yang semuanya berlokasi di Jakarta Selatan.

MRT memiliki jalur tersendiri sehingga tidak akan terjadi kendala bentrok dengan KRL. Alasan inilah yang membuat MRT diperkirakan memiliki waktu tempuh yang lebih cepat dan diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan di ibukota. DPRD dan Pemprov DKI Jakarta sudah menetapkan tarif MRT senilai Rp10.000,-/km dengan tarif antar stasiun yang berbeda yaitu berkisar antara Rp3000,- hingga Rp14.000,-. Jika dilihat, tarif ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan tiket KRL. Hal ini dikarenakan target yang dituju berbeda. MRT lebih mengarah kepada segmentasi masyarakat menengah ke atas karena penyumbang macet terbesar adalah pengguna kendaraan pribadi dan MRT bertujuan untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi untuk menggunakan MRT.

 

Research and Development by Oza Rahmah T

Edited by  Maria Nathania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomVeritabanına bağlanırken hata oluştu: Too many connections
marsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahisVeritabanına bağlanırken hata oluştu: Too many connections