Kadal 157 : Covid-19 Dongkrak Pendapatan Netflix: Pemerintah Segera Ambil Tindakan

Berbagai sektor pada umumnya mengalami kerugian ekonomi akibat pandemi Covid-19. Lain halnya dengan salah satu perusahaan hiburan digital, yaitu Netflix. Adanya pemberlakuan kebijakan lockdown hampir di setiap belahan dunia yang terdampak Covid-19, menggiring masyarakat untuk mencari alternatif hiburan lain untuk menghilangkan penat dan rasa jenuh selama masa pandemi berlangsung.

Melalui layanan streaming yang menawarkan berbagai acara TV, pemenang penghargaan, film, dokumenter, dan lain sebagainya, Netflix ternyata mampu menarik hati masyarakat untuk menjadi pelanggan baru mereka. Netflix didirikan oleh Marc Randolph dan Reed Hastings pada tahun 1997 berpusat di Los Gatos, California, Amerika Serikat. Hingga saat ini, Netflix dapat di tonton lebih dari 190 negara di dunia. Selama masa pandemi Covid-19 Netflix mencatat penambahan hampir 16 juta pelanggan baru.

Berdasarkan data yang dikutip dari databoks.katadata.co.id, Netflix mengalami peningkatan pendapatan di tengah pandemi Covid-19. Dari US$ 5,5 miliar pada triwulan IV 2019 menjadi US$ 5,8 miliar di triwulan I-2020. Nominal tersebut setara Rp 85,5 triliun dan Rp 90,2 triliun dengan kurs Rp 15.550/ USD. Pendapatan Netflix di triwulan I-2020 meningkat 27,6% dibanding tahun lalu di periode yang sama. Hal ini berbanding lurus dengan bertambahnya pelanggan berbayar Netflix. Pada triwulan I-2020, jumlahnya menjadi 182,9 juta pelanggan berbayar. Pada Januari hingga Februari, pertumbuhan jumlah pengguna Netflix serupa dengan dua tahun sebelumnya.

Data dari : databoks.katadata.co.id

Saat ini di Indonesia, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) memperkirakan dampak kerugian ekonomi Indonesia mencapai Rp 316 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Kerugian tersebut berasal dari potensi ekonomi yang menguap akibat pandemi virus corona atau covid-19 di Tanah Air. Menyikapi hal tersebut, pemerintah berencana untuk mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen atas pembelian produk dan jasa digital dari pedagang atau penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), baik dari luar maupun dalam negeri seperti Netflix dan Spotify. Tujuannya untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha bagi pelaku usaha dalam dan luar negeri baik konvensional maupun digital.

Tak hanya Indonesia yang berencana mengenakan pajak terhadap Netflix dan aplikasi digital lainnya. Menurut data Federal Register Amerika Serikat, Austria, Brazil, Republik Ceko, negara-negara Uni Eropa, Inggris, India, Italia, Spanyol, dan Turki merencanakan hal yang sama dengan Indonesia. Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat disebutkan telah meminta pertemuan dengan perwakilan dagang negara-negara tersebut untuk berkonsultasi terkait hal ini agar menemukan kesepakatan yang tidak menitikberatkan atau merugikan suatu pihak tertentu.

Research and Development By Regita Inestiana

Edited By Dwi Komalasari

Source :

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/04/24/covid-19-dongkrak-pendapatan-netflix-hingga-rp-902-triliun#https://www.liputan6.com/bisnis/read/4273392/penarikan-pajak-netflix-hingga-spotify-mampu-dongkrak-penerimaan-negara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibom
betcio