Foto dari: finance.detik.com

Ledakan di Beirut, Lebanon.

Foto dari: Republika.co.id

Pada Selasa, 4 Agustus 2020, telah terjadi ledakan yang dahsyat di Beirut, Lebanon. Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut ini menghancurkan sebagian besar wilayah Ibu Kota Lebanon. Dikutip dari kompas.com, Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian diduga menjadi penyebab terjadinya ledakan tersebut.

Sementara itu, Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengatakan bahwa ledakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh bom, rudal, atau gangguan eksternal lainnya. Namun, ia juga tidak memungkiri bahwa insiden ini juga karena faktor kelalaian. Hingga saat ini para penyelidik Lebanon masih mendalami penyebab ledakan mematikan tersebut. Mereka berfokus terhadap kemungkinan kelalaian dalam penyimpanan ribuan ton amonium nitrat di gudang pelabuhan yang berada di tepi laut.

Dilansir dari situs web kesehatan dan keselamatan kerja pemerintah negara bagian Australia, dijelaskan bahwa amonium nitrat merupakan bahan yang tidak berbau, yang biasanya berbentuk butiran (pada pupuk), ada yang kristal dan berwarna putih. Amonium nitrat diklasifikasikan sebagai kelas 5.1 gen pengoksidasi di bawah kode Australia Dangerous Goods (ADG) dan bahan kimia berbahaya di bawah Globally Hamonized System (GHS).

Zat ini merupakan oksidator yang kuat dan dapat bereaksi keras dengan bahan yang tidak kompatibel lainnya, sehingga penting sekali untuk menyimpan dan menangani amonium nitrat dengan benar.

Dikutip dari tribunnews.com, operasi penyelamatan korban akibat ledakan ini masih berlanjut. Palang Merah Lebanon, tentara, hingga sukarelawan diterjunkan untuk mencari orang-orang yang dilaporkan hilang di bawah reruntuhan bangunan.

Informasi terbaru dari Al Jazeera mengenai total korban tewas akibat insiden ledakan ini mencapai 137 jiwa. Kurang lebih 5.000 orang dilaporkan terluka pasca ledakan dahsyat tersebut. Pihak yang berwenang memperkirakan bahwa jumlah korban akibat ledakan akan meningkat. (IVD/ASA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *