Kadal 168 : Telepon Pintar Mengubah Kebiasaan Masyarakat

Foto dari : Pinterest

Kita tidak bisa menolak bahwa masyarakat tidak bisa meninggalkan telepon pintar satu hari saja karena seluruh pekerjaan dan sebagian hidupnya ada di genggaman tangannya. Mulai dari produktivitas, kontak, bahkan akun bank tersemat di dalam perangkat pintar tersebut. Jika seseorang kehilangan atau tertinggal telepon pintarnya di suatu tempat, seseorang akan merasa kebingungan dan rela untuk mengambil kembali telepon pintar tersebut meskipun seseorang sudah jauh dari tempat tertinggalnya telepon pintar tersebut.

Namun, hal ini mengubah pola hidup masyarakat pada umumnya seperti kurangnya interaksi antarmanusia di sekitar kita. Jika dilihat dari kehidupan sehari-hari, seperti di tempat-tempat umum kebanyakan memperhatikan telepon genggamnya untuk suatu hal dari media sosial sampai urusan pribadi seperti pekerjaan yang dilakukannya. Apalagi semakin canggihnya aplikasi yang ada maka seluruh produktivitasnya berpindah ke perangkat digital yang sebelumnya hanya dapat diselesaikan pada tempat kerjanya. Dilansir dari Emarketer, pada tahun 2019 warga Amerika Serikat rata-rata untuk orang dewasa menghabiskan waktu untuk menatap layar kaca telepon pintar sekitar 2 jam 55 menit, meningkat 9 menit dibandingkan tahun 2018. Dan dilansir dari Statista, pada tahun 2017 mayoritas masyarakat menggunakan telepon genggamnya adalah 3—5 jam.

Ilustrasi dari : Pinterest

Tidak hanya itu, semakin banyak penggunanya maka barang komplementernya untuk telepon genggam adalah paket data. Tanpa paket data maka telepon pintar hanya menjadi sebuah telepon biasa yang tidak bisa digunakan fiturnya secara penuh. Ada sebuah artikel dari Kompas yang diterbitkan pada tahun 2018, bahwa pengguna internet di Indonesia meningkat 5 kali lipat dibandingkan tahun 2008 yang sebelumnya 25 juta pengguna menjadi 143 juta pengguna. Tidak hanya pengguna tetapi ada peningkatan dari sisi konsumsi internet per bulan. Sebelumnya pada tahun 2010, konsumsi untuk paket data Rp43.500 tetapi diprediksi pada tahun 2018 adalah Rp86.500 per bulan.

Selain itu, peningkatan pengguna telepon pintar ini memicu peningkatan pendapatan iklan dari sebuah jasa penyedia iklan digital untuk disematkan pada suatu aplikasi telepon pintar tersebut. Dilansir dari Statista, adanya sebuah peningkatan signifikan pada tahun 2019 sebesar lima kali lipat dari yang sebelumnya terjadi pada tahun 2010. Pada tahun 2010, diketahui bahwa pendapatan iklan dari Google adalah sebesar 28,24 juta dolar, sedangkan pada tahun 2019 adalah sebesar 134,81 juta dolar.

Research and Development by Bares Prasojo
Edited by Dwi Komalasari

Source :

https://www.statista.com/statistics/781692/worldwide-daily-time-spent-on-smartphone/

https://www.emarketer.com/content/us-time-spent-with-mobile-2019

https://kompas.id/baca/kompas_multimedia/konsumsi-kuota-internet-masyarakat-indonesia/

https://www.statista.com/statistics/266249/advertising-revenue-of-google/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibom
marsbahis