Benarkah LinkedIn Dapat Membuat Warganet Insecure?

Foto dari: Narmadi.com

Siapa sih yang tidak tahu LinkedIn? LinkedIn merupakan media sosial yang ditujukan untuk profesional. Berbeda dengan media sosial lainnya, LinkedIn dapat dikatakan sebagai media untuk memasarkan diri kepada perusahaan atau para profesional lain yang tergabung di sana. Simpelnya, LinkedIn adalah tempat untuk mencari kerja dan menemukan pencari kerja.

Akhir-akhir ini, banyak Tweet yang mengarah ke LinkedIn. Salah satunya adaalah Tweet berikut ini yang memperoleh lebih dari 1000 Retweet dan lebih dari 4000 likes.

Foto dari: Twitter.com

“Generasi insecure ama LinkedIn orang bukan instagram lagi,” tweet akun @lessaffection.

Duh, kira-kira benar tidak ya tweet tersebut, kalau LinkedIn sekarang ini adalah media sosial yang menjadi tempat insecure?

“Suka, dulu sampe ngehapus akun LinkedIn padahal udah banyak koneksinya dan related sama bidangku,” tweet akun @piiyyyn.

“Insecure sesungguhnya jatuh kepada aplikasi LinkedIn J,” tweet akun @kentakikentang.

“Betull bangetttt. Hp udah disable LinkedIn. Saya belum siap melihat kesuksesan karir orang lain 😌,” tweet akun @fianirosyadan.

Banyak yang berkomentar setuju akan rasa insecure-nya terhadap LinkedIn. Namun, ada juga loh yang tidak setuju dengan pernyataan bahwa insecure dengan LinkedIn.

“Ngga sih, jujur ga terlalu peduli sama pencapaian orang lain kalo gak selinear dengan minat aku, malah kagum. Kecuali kalo orang tsb kerja di posisi yang aku pengen terus pengalaman dia banyak, langsung merasa, ‘ah kalo mau jadi A pengalamannya sebanyak ini sdgkan aku dikit’,” tweet akun @billie9eulis.

“Enggak, wkwk. Malah seneng liat orang produktif banget,” tweet akun @immoonluna.

“Lebih ke, ‘ih keren yak.’ Abis tuh ya udah gitu biasa aja. Karena apa ya, mau nge-push diri kayak orang2 biar produktif yang ada malah bikin badan gue sakit. Soalnya kondisi kuliahan sekarang lagi kayak gini, jadi lebih baik fokusin sehatin mental+fisik,” tweet akun @dalgonanoboo.

Nah, kalau kalian yang mana nih? Apakah kalian termasuk ke dalam golongan yang ketika melihat LinkedIn ikut insecure atau justru jadi termotivasi untuk lebih produktif lagi?

(AR/NAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *