Utang Menggunung, Garuda Indonesia Disebut Bangkrut Secara Teknis

Kabar mengenai bangkrutnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi perbincangan. Kondisi keuangan Garuda Indonesia kini sudah semakin kritis. Bahkan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjatmodjo, menyampaikan bahwa Garuda Indonesia telah mengalami kebangkrutan secara teknis tetapi belum secara legal.

Dikutip dari beberapa sumber, keadaan ini dikarenakan Garuda Indonesia saat ini menanggung utang yang sangat besar sehingga akan sulit untuk diselamatkan. Bahkan jumlah liabilitas atau kewajiban yang harus dipenuhi Garuda Indonesia melampaui dari aset yang dimilikinya, yakni menyentuh angka 9,8 miliar dollar AS, sedangkan asetnya hanya sebesar 6,9 miliar dollar AS. Angka ini merupakan akumulasi dari utang kepada lessor sebesar 6,35 miliar dollar AS, utang kepada bank mencapai 967 juta dollar AS, serta kewajiban berbentuk obligasi wajib konversi, sukuk, dan KIK EBA sekitar 630 juta dollar AS.

Sumber gambar: Money Kompas.com

Kondisi keuangan Garuda Indonesia saat ini pun sangat kronis, yakni memiliki ekuitas negatif mencapai 2,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp40 triliun per September 2021. Angka ini memecahkan rekor baru dari yang sebelumnya dipegang oleh Jiwasraya.

Guna menyelamatkan kondisi keuangan maskapai tersebut maka rute penerbangan dari Garuda Indonesia akan dipangkas. Tahun 2022 nanti, Garuda Indonesia hanya akan memiliki 140 rute penerbangan dari yang sebelumnya 237 rute penerbangan atau berkurang sekitar 97 rute penerbangan pada tahun 2019 lalu. Maskapai ini juga akan fokus pada penerbangan domestik karena rute penerbangan internasional akan dipangkas secara signifikan.

Pemangkasan rute penerbangan tersebut juga akan memangkas jumlah pesawat. Pada tahun depan, Garuda Indonesia hanya akan mengoperasikan 134 pesawat terbang. Jenisnya pun turut berkurang dari yang sebelumnya 13 menjadi 7 jenis pesawat. Hal ini dilakukan untuk menekan beban perawatan yang kompleks.

Meski demikian, Kementerian BUMN terus melakukan upaya agar menyelamatkan maskapai ini dengan melakukan restrukturisasi. Upaya utama yang dilakukan, yakni dengan mendorong transformasi bisnis seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Di sisi lain, manajemen Garuda Indonesia juga telah mengajukan skema proposal restrukturisasi ke seluruh lessor dan kreditur melalui kanal data digital sehingga dapat diakses secara real time.

Sejalan dengan hal tersebut, Garuda Indonesia juga terus melakukan upaya perbaikan layanan penerbangan dengan meninjau aspek cost leadership serta efisiensi agar tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan penerbangan. (TD/KAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *