RANGKONG GADING: HEWAN EKSOTIS KHAS KALIMANTAN, SANG PETANI HUTAN

Indonesia memiliki kekayaan fauna yang melimpah dan tersebar ke seluruh penjuru pulau di Indonesia, salah satunya adalah Kalimantan. Rangkong gading adalah hewan eksotis asli Kalimantan yang mempunyai nilai budaya yang tinggi. Dilansir dari Rangkong Indonesia, rangkong gading adalah simbol “alam atas” yang artinya adalah alam kedewasaan yang maskulin. Bagi masyarakat Dayak, rangkong gading merupakan simbol keberanian, pelindung, dan perantara antara roh leluhur dengan masyarakat Dayak.

Rangkong gading memiliki bulu ekor bagian tengah yang memanjang. Panjang burung ini dari paruh sampai ujung ekor bisa mencapai 190 cm, dengan bentangan sayap mencapai 90 cm dan bobotnya mencapai 3 kg. Rangkong gading tidak memiliki bulu pada lehernya, warna lehernya adalah merah bagi jantan dan putih kebiruan bagi betina. Balung pada bagian atas paruhnya padat dan berisi. Burung rangkong gading hanya punya satu pasangan hidup (monogami).

Dilansir dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, “petani hutan” adalah julukan yang tepat untuk burung khas Kalimantan ini karena setiap kali rangkong terbang mengelilingi hutan, ia menyebarkan biji-bijian ke berbagai tempat. Biji-bijian yang disebar itu akan menjadi awal tumbuhnya pepohonan secara alami yang akan memberikan manfaat dalam menyediakan udara bersih untuk kehidupan dan menjaga kita dari pemanasan global. Itu sebabnya, keberadaan burung rangkong gading di hutan menjadi salah satu penanda indikator hutan yang sehat.

Degradasi hutan yang terus terjadi dan minimnya upaya konservasi, berdampak langsung terhadap habitat asli rangkong gading sehingga keberadaan hewan ini menjadi terancam. Pada tahun 2015, status rangkong gading berubah dari “hampir terancam” menjadi “terancam punah”. Perburuan rangkong gading juga menjadi alasan terancam punahnya hewan eksotis khas Kalimantan ini. Paruh rangkong gading sangat bernilai untuk dijadikan berbagai bentuk hiasan. Tindakan preventif yang dilakukan oleh KLHK dan akademisi dari perburuan dan perdagangan rangkong gading adalah menyelesaikan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rangkong Gading. (SAL/NBL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibomcasibom
marsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahismarsbahis