Romero dan Julilet

Oleh Andini Nova

Serpihan gelas yang pecah terangkat dan berhambur lalu menancap dengan anggun

Di dalam offentlicheit yg hampa dimana tak satu pun menghela

Kulit terkelupas bersimpah darah kental, begitu amis

Heran karena rasa sakit masih saja timbul dari luka yang tak terelakkan, walau semua telah mati

dan kaku

Memandang ignomarus itu yang terus saja berjalan angkuh tanpa menoleh sedikitpun

Makhluk sombong yang melupakan romantisme masa lalu yang terangkai dalam sejarah peradaban

Ya, manusia yang menamakan dirinya “cartesian bijaksana” padahal tidak sekalipun mencumbu mesra Publilius Syrus

Tapi toh si wanita tolol yang terajam itu masih saja bisa tertawa, meski tingkah sang pemimpi makin menggila

Kelakar yang sama sekali tidak jenaka

Dua makhluk munafik yang terus saja saling membunuh karena tidak mengerti cara mencintai

Apakah pada akhirnya Elbert Hubbard harus melirik sinis pada mereka sambil berkata “kalian sungguh orang-orang malang yang benar-benar gagal”?

Entahlah. Mungkin suatu saat mereka akan tersadar setelah terbentur gelimangan intan yang begitu keras, kemudian belajar mengikuti jejak Heraclitus untuk keluar dari lingkaran setan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *