Untukmu Mahasiswa Baru

Adakah yang lebih adil daripada keadilanNya?
Buletin Aliansi Edisi 1 – Teman-teman FE, jika hidup ini adalah pilihan, mana yang akan teman-teman pilih? “menjadi orang kaya ataukah menjadi orang miskin?” Andaikan hidup ini adalah pilihan, manakah yang akan teman-teman pilih? ”menjadi orang cantik atau tampan ataukah menjadi orang yang buruk rupa?” Andaikan hidup ini adalah pilihan manakah yang teman-teman akan pilih?” menjadi orang yang memiliki pangkat atau kedudukan tinggi atau menjadi rakyat biasa?”
Menjadi orang kaya bukan berarti segalanya akan baik-baik saja, pun dengan orang yang berparas cantik atau tampan, bahkan orang yang mempunyai kedudukan tinggi baik di pemerintahan maupun di perusahaan. Semuanya itu pasti ada konsekuensi serta tanggung jawabnya.
Menjadi kaya tentu impian semua orang, namun ketika hal tersebut belum terwujud, bukan berarti kita diperbolehkan mengeluh atas keadaan kita sekarang lalu berhenti berusaha. Berapa banyak orang kaya yang tidurnya tidak nyenyak karena takut pencuri tiba-tiba datang untuk mengambil hartanya? Cobalah melihat seseorang yang keadaannya di bawah kita, niscaya kita akan lebih bisa bersyukur. Berapa banyak orang yang hartanya tidak seberapa namun sedeqahnya luar biasa?!
Mempunyai paras yang cantik dan tampan tentu impian semua orang, namun ketika kita dilahirkan dengan paras yang “biasa-biasa saja”, bukan berarti kita diperbolehkan mengeluh dan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil. Berapa banyak orang yang berparas cantik dan tampan yang merasa bangga atas kecantikan dan ketampanannya hingga lupa bersyukur dan merasa sombong? Cobalah melihat mereka yang hidup dengan kondisi fisik yang kurang sempurna, masih pantaskah kita mengeluh? Berapa banyak dari mereka yang fisiknya kurang sempurna justru memiliki prestasi yang luar biasa?!
Inilah keadilan Allah. Sungguh, Allah menciptakan itu semua bukan tanpa maksud. Semua peristiwa dan keadaan apapun pasti memiliki konsekuensi dan hikmah di baliknya. Kaya miskin, cantik tampan, dan sebagainya. Semua itu adalah cara Allah untuk menguji mana diantara kita yang bisa bersyukur, baik dalam keadaan kaya ataupun miskin, ketika berwajah cantik maupun tidak, ketika berpangkat tingg ataupun tidak. Begitu pula dengan teman-teman Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta 2011 yang mungkin masih belum menerima sepenuhnya dengan ikhlas bahwa UNJ-lah yang dipilihkan oleh Allah untuk kita. Rasa kecewa mungkin ada karena apa yang diharapkan oleh kalian tak sesuai dengan kenyataannya. Mungkin sebelumnya kalian berharap bisa diterima di perguruan tinggi lain yang menjadi favorit kalian, namun ternyata memang Allah menakdirkan bahwa UNJ-lah tempat kalian akan menuntut ilmu dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Yakinlah teman, bahwa masuknya kalian semua ke UNJ merupakan keputusan terbaik dari Allah. Kuliah di perguruan tinggi manapun, jika kita mampu berusaha dan berjuang dengan sungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil yang memuaskan. Sebaliknya, kuliah di perguruan tinggi sebagus apapun, jika kita malas-malasan maka tetaplah kegagalan yang akan kita peroleh. Berusahalah untuk tetap bersyukur atas semua yang Allah pilihkan untuk kita dan sekali lagi tetap yakinlah bahwa Alloh memiliki rencana yang  amat indah dibandingkan dengan rencana yang sudah kita rancang sedemikian rupa. 
Coba ingat lagi, berapa banyak saingan kalian ketika akan masuk ke UNJ? Berapa ribu yang tersisihkan dan belum berhasil menjadi mahasiswa di UNJ? Dan kalianlah yang berhasil menjadi mahasiswa baru di kampus pendidikan ini. Maka dari itu, bersyukurlah! SELAMAT DATANG, SELAMAT BERJUANG para Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibom
betcio